Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
Jembatan yang membentang di atas Sungai Machchhu, Morbi, Gujarat, India, menampung beban 400 orang. Padahal infrastruktur peninggalan Inggris berusia 145 tahun itu hanya bisa dilintasi 20 orang.
Akibatnya jembatan yang semula dikelola pemerintah dan saat putus ditangani perusahaan swasta, Oreva, itu menewaskan 141 orang dan 50 lainnya luka-luka.
Jembatan itu baru direnovasi dan pada 26 Oktober lalu, jembatan yang memiliki lebar 1,25 meter dan panjang 233 meter tersebut dibuka untuk umum.
Tim penyelamat berhasil mengevakuasi 177 orang dengan kondisi selamat. Sisanya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian. Oreva diberikan hak pengelolaan jembatan itu untuk 15 tahun ke depan.
Perusahaan itu belum melaporkan bahwa renovasi telah selesai. Namun telah berani membuka jembatan tersebut untuk umum dan mengeluarkan 400 tiket.
Padahal, ketika dikelola pemerintah jembatan itu hanya diperbolehkan dilewati 20 orang. Penyelidikan sementara kejadian nahas itu diakibatkan kelebihan beban.
Pihak kepolisian sudah menahan sembilan orang. Semuanya adalah orang-orang yang terkait dengan Oreva dengan tuduhan kelalaian yang berujung pada kematian.
Alasan pemerintah India juga dipertanyakan menyerahkan proses renovasi dan pengelolaan kepada Oreva. Perusahaan itu sedianya bergerak di bidang pembuatan jam, produk lampu dan sepeda elektronik.
Ada kemungkinan beberapa orang lainnya akan menyusul ditahan. Sebab, berdasar rekaman CCTV, ada beberapa orang yang sengaja menggoyang-goyang jembatan tersebut sebelum akhirnya putus.
Madhvi Ben, korban selamat, mengungkapkan bahwa jembatan tersebut sempat terguncang keras sebelum akhirnya putus dan membuat orang-orang di atasnya terjatuh. Dia mendengar jeritan dan bunyi keras.
’’Entah bagaimana saya menutup hidung dan menarik diri ke atas, lalu melepaskan kaki saya dari kawat. Saya meraih kawat lain dan memanjat sisa-sisa jembatan,’’ ujar pria 30 tahun tersebut.
Kalyanji Kundariya termasuk yang bernasib nahas. Dia kehilangan 12 anggota keluarganya sekaligus dalam insiden yang terjadi bertepatan dengan perayaan Diwali itu.
Lima di antaranya adalah anak kandungnya. Otoritas setempat sudah berusaha melakukan penyelamatan secepatnya.
Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi rencananya berkunjung ke lokasi kejadian dan akan memberikan santunan Rp.78 juta kepada keluarga korban meninggal dan Rp. 9,4 juta kepada korban luka.
Para pemimpin dunia seperti Presiden Rusia, Vladimir Putin dan PM, Jepang Fumio Kishida mengirimkan ucapan belasungkawa. Kecelakaan infrastruktur tua di India kerap terjadi.
Pada 2016, flyover ambruk di Kolkata dan mengakibatkan 26 orang tewas. Lima tahun sebelumnya, jembatan ambruk di Darjeeling dan membuat 32 orang tewas. (AFP/OL-12)
Jembatan yang putus menghubungkan Dusun Mempiu Desa Cerucuk dengan Dusun Air Mungkui Desa Bulu Tumbang.
Hingga kini, akses tersebut belum dapat digunakan, sehingga warga setempat membuat jembatan darurat dari bambu untuk pejalan kaki dan sepeda motor.
Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan progres kinerja Satuan Tugas (Satgas) Jembatan pada Presiden Prabowo Subianto.
Ada 11 jembatan yang rusak terdampak banjir bandang meluapnya aliran Sungai Cimandiri
Jembatan gantung ini menjadi bagian dari upaya TNI mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
PEMERINTAH menargetkan seluruh jembatan bailey di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh dapat rampung pada akhir pekan ini
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved