Senin 31 Oktober 2022, 11:30 WIB

Berdasarkan Hasil Hitung Cepat, Lula Menangi Pemilu Brasil

Adiyanto | Internasional
Berdasarkan Hasil Hitung Cepat, Lula Menangi Pemilu Brasil

EVARISTO SA/ AFP
Luiz Inacio Lula da Silva

 

Luiz Inacio Lula da Silva, memenangi Pemilihan Presiden di Brasill. Otoritas setempat mengonfirmasi, pria berusia 77 tahun itu kembali unggul dari presiden petahana Jair Bolsonaro pada pemilihan putaran  kedua yang digelar 30 Oktober. Menurut lembaga survei Datafolha, dengan 95% suara yang dihitung di negara terbesar Amerika Latin itu, Lula berpeluang besar menang. Hitungan resmi lembaga pemilu menunjukkan pemimpin Partai Buruh itu meraih 50,7% suara, sedangkan Bolsonaro mendapatkan 49,3% suara. Namun penghitungan suara belum rampung.

Lula, sebelumnya juga pernah menjadi presiden di negara Amerika Latin itu pada 2003-2011.  Pada 2018 ia pernah tersandung kasus korupsi namun kemudian Mahkamah Agung membebaskannya setelah semua tuduhan tidak terbukti. "Kita perlu memperbaiki negara ini agar orang-orang Brasil bisa tersenyum lagi," kata Lula yang selama kampanye tak kenal lelah mengunjungi pelosok negerinya untuk memikat pemilihnya, terutama dari kalangan muda.

Pertarungan antara presiden petahana Jair Bolsonaro yang mewakili sayap kanan dan Lula da Silva dari sayap kiri, telah membuat masyarakat itu terpolarisasi dalam ‘Perang Suci’. Pada putaran pertama 2 Oktober lalu, Lula unggul dari Bolsonaro, namun perolehan suaranya belum mencapai 50%.
 
Untuk diketahui, agama memainkan peran yang semakin besar dalam politik di Brasil. Sebuah jajak pendapat Datafolha mengungkapkan sebanyak 59% warga mengatakan agama adalah faktor penting dalam cara mereka memilih. Negara di Amerika Selatan berpenduduk 215 juta orang itu merupakan negara Katolik terbesar di dunia dimana lebih dari separuh penduduknya penganut Katolik. Brasil juga memiliki komunitas Evangelis yang berkembang pesat dan kuat secara politik, yang diperkirakan mencapai hampir sepertiga pemilih.
 
Bolsonaro, seorang Katolik konservatif, telah memupuk hubungan dekat dengan kaum Evangelis dan menjadikan agama sebagai bagian sentral dari kampanye pemilihannya kembali, dengan slogan "Tuhan, negara, keluarga, dan kebebasan."
 
Lula -- juga Katolik, tetapi bukan orang yang sering sesumbar tentang keimanannya. Dia sibuk menepis disinformasi yang menuduhnya merencanakan untuk menutup gereja. Dia kini juga berusaha menenangkan ketakutan kaum Evangelis tentang masalah aborsi yang memecah belah dan persoalan gender. "Membawa agama ke dalam perdebatan politik membuat pekerjaan para kandidat lebih mudah. ​​Ini adalah cara untuk meningkatkan penolakan pemilih terhadap rival politik menggunakan isu-isu dengan daya tarik emosional yang kuat," kata ilmuwan politik Leandro Consentino, dari universitas Insper.
 
Pakar politik Adriano Laureno dari perusahaan konsultan Prospectiva mengatakan "Jika kita berbicara tentang ekonomi, Lula mungkin akan berada dalam posisi yang lebih nyaman." .Analisa Laureno terbukti benar. Lula pun terbukti menang. Apalagi, kepemimpinan Bolsonaro dianggap buruk dalam penanganan ekonomi, kesehatan (Covid-19), perubahan iklim, dan persoalan masyarakat adat.(AFP/M-3)
 
 

Baca Juga

ANTARA

Indonesia Ajak Negara-Negara Kepulauan Di Pasifik Pulihkan Perekonomian

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 06 Desember 2022, 22:37 WIB
MENTERI Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi mengajak negara-negara kepulauan di Pasifik untuk memperkuat...
Dok. Pribadi

Indonesianis Werner Weiglein Rencana Dirikan Pusat Indonesia untuk Eropa di Jerman

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Selasa 06 Desember 2022, 22:36 WIB
Werner yang adalah juga pendiri PT Indonesia Jerman Bersatu dan Papua Explorer Wisata tersebut sebelumnya sudah mendirikan Museum Papua dan...
Dok MI

Pertama! Rusia dan Ukraina akan Bertemu di Bali

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 06 Desember 2022, 19:30 WIB
Dua negara yang tengah berkonflik, Rusia dan Ukraina, untuk pertama kali sejak 24 Februari akan bertatap muka di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya