Kamis 08 September 2022, 10:20 WIB

PM Israel Lindungi Pembunuh Wartawan Aljazeera Abu Akleh

Cahya Mulyana | Internasional
PM Israel Lindungi Pembunuh Wartawan Aljazeera Abu Akleh

dok.AFP
PM Israel, Yair Lapid menolak saran untuk menuntut seorang tentaranya yang menembak mati jurnalis Aljazeera Shireen Abu Akleh

 

PERDANA Menteri (PM) Israel, Yair Lapid menolak saran untuk menuntut seorang tentaranya yang menembak mati jurnalis Aljazeera Shireen Abu Akleh. Militer Israel sudah mengakui salah satu tentaranya menembak perempuan berdarah Palestina-Amerika Serikat (AS) itu.

"Saya tidak akan membiarkan seorang tentara (militer Israel) yang melindungi dirinya dari tembakan teroris dituntut hanya untuk menerima tepuk tangan dari luar negeri," kata Lapid saat menghadiri sebuah upacara militer.

Ia menolak semua saran pengungkapan kasus ini secara independen. Dia menilai tentaranya yang membunuh Abu Akleh tidak akan dapat dituntut secara hukum.

“Tidak ada yang akan yang bisa mendikte aturan keterlibatan kami kepada kami. Tentara kami mendapat dukungan penuh dari pemerintah Israel dan rakyat Israel,” ungkapnya.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Vedant Patel, mengaku akan terus menekan Israel menyeret pelaku pembunuhan Abu Akleh ke meha hijau. "Kami akan terus menekan mitra Israel kami untuk meninjau dengan cermat kebijakan dan praktiknya tentang aturan keterlibatan dan mempertimbangkan langkah-langkah tambahan untuk mengurangi risiko kerugian sipil," paparnya.

Hasil penyelidikan PBB menyimpulkan pada bahwa tidak ada bukti aktivitas oleh orang-orang Palestina bersenjata di dekat Abu Akleh. Dengan demikian menganulir tudingan Israel bahwa Abu Akleh ditembak orang Palestina.

Palestina menuduh Israel sengaja menargetkan Abu Akleh. Israel telah membantahnya. “Israel telah menyatakan kesedihan atas kematiannya. Itu adalah tragedi yang terjadi dalam sebuah insiden di mana ada tembakan musuh yang berat. (Militer Israel) tidak pernah dengan sengaja menembak orang yang tidak bersalah,” kata Lapid.

Keluarga Abu Akleh mengatakan bahwa Israel telah menolak untuk bertanggung jawab atas pembunuhan jurnalis tersebut. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price menggarisbawahi pentingnya akuntabilitas dalam penanganan kasus ini.

"Itu untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa depan," pungkasnya. (Aljazeera/OL-13)

Baca Juga: Tentara Pendudukan Israel Serang Kamp al-Fara, Satu Tewas

Baca Juga

AFP

PBB Kecam Referendum Ilegal oleh Rusia

👤Ant 🕔Rabu 28 September 2022, 22:09 WIB
DiCarlo mengatakan PBB tetap berkomitmen penuh pada kedaulatan, persatuan, kemerdekaan, dan integritas wilayah...
AFP/YAMIL LAGE

Setelah Membuat Kuba Gelap Gulita, Badai Ian Menuju Florida

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Rabu 28 September 2022, 19:44 WIB
Serikat pekerja akan bekerja sepanjang malam hingga Rabu (28/9) untuk memulihkan listrik sesegera...
Genya SAVILOV / AFP

PBB: Referendum Rusia untuk Caplok wilayah Ukraina Ilegal

👤Mediaindonesia 🕔Rabu 28 September 2022, 19:41 WIB
DiCarlo mengatakan PBB tetap berkomitmen penuh pada kedaulatan, persatuan, kemerdekaan, dan integritas wilayah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya