Sabtu 03 September 2022, 19:12 WIB

Liz Truss Diprediksi Bakal Gantikan Boris Johnson

Cahya Mulyana | Internasional
Liz Truss Diprediksi Bakal Gantikan Boris Johnson

AFP
Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss saat berada di London.

 

PARTAI Konservatif Inggris telah merampungkan pemilihan umum internal untuk mencari sosok pemimpin, meski hasilnya belum diumumkan. Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss diprediksi akan menggantikan Boris Johnson sebagai Perdana Menteri (PM).

Dalam sistem pemerintahan Inggris, pemimpin partai berkuasa akan otomatis dinobatkan sebagai PM Inggris. Dua tokoh terakhir pengganti Johnson, yakni Truss dan mantan Menteri Keuangan Rishi Sunak, sudah beberapa kali muncul dalam acara debat televisi dan kampanye dalam.

Pemenang dari pemilu Partai Konservatif akan diumumkan pada Senin mendatang. Sehari setelahnya, PM Johnson akan mengajukan pengunduran diri secara resmi kepada Ratu Elizabeth II. Adapun pemungutan suara itu melibatkan sekitar 200.000 anggota Partai Konservatif sejak awal Agustus. 

Baca juga: Sunak dan Truss Perebutkan Kursi PM Inggris

Selama pemilu antara para anggota, Truss terus diunggulkan atas Sunak. Perempuan berusia 47 tahun itu berkampanye untuk memangkas pajak dan memprioritaskan pertumbuhan ekonomi. Kampanyenya dianggap tepat, karena Inggris menghadapi inflasi dan diperkirakan akan memasuki resesi akhir tahun ini.

"Saya memiliki rencana berani untuk menumbuhkan ekonomi kita, serta memberikan upah yang lebih tinggi. Berikut, keamanan bagi keluarga dan layanan publik kelas dunia," tegas Truss.

"Jika saya terpilih sebagai PM Inggris, saya tidak akan pernah membiarkan siapa pun merendahkan kita," imbuhnya.

Baca juga: Boris Johnson Mundur Usai Didahului 50 Lebih Menteri

Sementara itu, Sunak mengkritik rencana Truss sebagai tindakan sembrono. Lalu, memperingatkan risiko inflasi dan melemahkan posisi negara di hadapan pemberi pinjaman, serta pasar internasional.

Pria berusia 42 tahun itu kemudian menyinggung pengalamannya dalam mengawal ekonomi Inggris untuk melewati pandemi covid-19. Menurut Sunak, dirinya dapat kembali memimpin Inggris agar bisa melalui masa sulit.

"Kita menghadapi tantangan besar ke depan, tetapi juga peluang besar. Saya tahu apa yang diperlukan untuk melewati masa sulit," pungkas Sunak.(AFP/OL-11)
 

Baca Juga

AFP

Zelensky Umumkan Lyman Bebas dari Serdadu Moskow

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 03 Oktober 2022, 18:03 WIB
Perebutan kembali Lyman telah menjadi cerita paling populer di media, kata Zelensky dalam pidato Minggu...
AFP/RICARDO ARDUENGO

Tim Penyelamat Temukan 54 Korban Badai Ian

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 03 Oktober 2022, 15:50 WIB
Banyaknya ruas jalan yang terendam banjir dan hanyutnya sejumlah jembatan membuat akses menuju beberapa wilayah Florida...
AFP/	SERGEI KARPUKHIN

Putin Minta Kyiv Kembali ke Meja Perundingan

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 03 Oktober 2022, 10:52 WIB
"Masyarakat sudah menentukan pilihan, pilihan tegas ini adalah kehendak jutaan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya