Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Indonesia Joko Widodo dan Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Tiongkok Wang Yi sepakat untuk mendorong titik pertumbuhan baru dan memperdalam kerja sama di berbagai bidang antara kedua negara.
Saat bertemu dengan Wang, Jokowi menyampaikan apresiasinya kepada Tiongkok atas dukungan kuat kepada Indonesia sebagai presidensi bergilir Kelompok 20 (G20) dan memuji hasil yang dicapai pada Pertemuan Kedua Mekanisme Kerja Sama Dialog Tingkat Tinggi Tiongkok-Indonesia.
Indonesia berharap dapat memperdalam kerja sama dengan Tiongkok di bidang-bidang seperti perdagangan dan ekonomi, investasi, ekonomi digital, dan pembangunan hijau.
Kedua belah pihak harus memperkuat koordinasi dan integrasi untuk bersama-sama mendorong proyek-proyek besar Belt and Road, termasuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Indonesia mendorong lebih banyak perusahaan Tiongkok untuk berinvestasi dan membuka bisnis di negara tersebut, dan akan memberikan kemudahan dan kemudahan bagi mereka.
Baca juga: Presiden Jokowi Bersiap Berkunjung ke Tiongkok
Wang mengatakan Tiongkok akan mendukung penuh Indonesia menjadi tuan rumah KTT G20, dan bersama-sama memainkan peran Asia dan menyumbangkan kekuatan Asia untuk pemulihan global.
Sejak wabah Covid-19, kata Wang, para pemimpin kedua negara melakukan komunikasi dan interaksi yang erat, memberikan panduan strategis untuk pengembangan hubungan bilateral tingkat tinggi dan menyuntikkan dorongan kuat ke dalam perjuangan bersama mereka melawan Covid-19 dan upaya untuk pemulihan ekonomi.
"Kedua belah pihak telah sepenuhnya melaksanakan konsensus penting yang dicapai oleh kedua kepala negara, menempa pola baru kerja sama bilateral yang menampilkan "penggerak empat roda" dalam aspek politik, ekonomi, budaya dan maritim, dan menentukan arah pembangunan Tiongkok-Indonesia dengan masa depan bersama, yang membuka prospek baru yang luas untuk hubungan bilateral," kata Wang.
Maka kata Wang kedua belah pihak harus menunjukkan momentum solidaritas dan koordinasi yang kuat antara negara-negara berkembang utama, lebih memperdalam kerja sama praktis mereka di seluruh bidang, bekerja untuk penyelesaian dan pembukaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung sesuai jadwal, mencapai panen awal dari Koridor Ekonomi Komprehensif Regional sesegera mungkin, dan menumbuhkan titik pertumbuhan baru ekonomi digital, pembangunan hijau dan ekonomi biru.
Wang sedang dalam tur Asia Tenggara, yang membawanya ke Myanmar, Thailand, Filipina, Indonesia, dan Malaysia. (News.CGTN/Try)
Masa pensiun ISS mendekat pada 2030, namun stasiun ruang angkasa komersial penggantinya belum siap. AS hadapi risiko keamanan nasional dan persaingan ketat dengan Tiongkok.
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
Komandan Shenzhou 21, Zhang Lu, baru saja mengukir sejarah sebagai astronaut Tiongkok dengan aktivitas luar kendaraan (EVA) terbanyak. Simak detail misinya!
Kuba hadapi krisis energi terburuk akibat blokade minyak AS. Tiongkok gerak cepat pasok teknologi solar sebagai tandingan dominasi geopolitik Donald Trump.
Angkatan Laut AS memensiunkan kapal penyapu ranjau di tengah ancaman Iran di Selat Hormuz. Simak perbandingan kekuatan maritim AS vs Tiongkok di sini.
Kerja sama ini merupakan langkah penting bagi UI untuk memperkuat perannya sebagai kampus unggul dan berdampak luas. “
Melalui kerja sama ini, program pelatihan, riset bersama, dan pengembangan kurikulum desain chip di universitas dapat diperkuat.
Kesepakatan besar ini diresmikan dalam ajang US-Indonesia Business Summit 2026 yang berlangsung di Washington D.C., Rabu (18/2) waktu setempat.
Indonesia menyambut baik rencana investasi dan kerja sama jangka panjang SINOVAC, termasuk di bidang riset dan pengembangan vaksin.
Goethe-Institut memandang bahasa, budaya, dan pendidikan sebagai sarana untuk menghubungkan orang-orang lintas disiplin dan lintas batas negara.
Penguatan juga akan menyasar pada pengawasan ruang siber yang saat ini menjadi medan baru berbagai pelanggaran hukum internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved