Kamis 07 Juli 2022, 09:29 WIB

Iran Tangkap Wakil Dubes Inggris

Cahya Mulyana | Internasional
Iran Tangkap Wakil Dubes Inggris

AFP/Atta KENARE
Seorang warga melintas di depan Kedutaan Besar Inggris di Teheran, Iran.

 

TELEVISI pemerintah Iran melaporkan Garda Revolusi telah menangkap wakil duta besar Inggris Giles Whitaker dan beberapa diplomat lainnya. Iran mengatakan penangkapan itu dilakukan atas tuduhan memata-matai.

"Badan intelijen Garda Revolusi mengidentifikasi dan menangkap diplomat dari kedutaan asing yang memata-matai Iran," kata pernyataan yang disiarkan televisi Fars.

Televisi itu menambahkan Garda Revolusi turut mengusir seorang diplomat Inggris dari negara itu. Namun, informasi lain menyebutkan diplomat yang dideportasi bukan Whitaker.

Baca juga: Larangan Naik Kereta Api bagi Wanita Iran tanpa Jilbab

Whitaker hanya diminta keluar dari daerah terlarang untuk sipil di kawasan pengembangan nuklir, Gurun Shahdad. Pengawal Revolusi Iran menemukan Whitaker berada di daerah itu dengan alasan kunjungan wisata.

Terdapat sebuah rekaman video yang menunjukkan gambar seorang pria yang disebut sebagai Whitaker di sebuah ruang interogasi. 

"Seperti yang ditunjukkan gambar, orang ini mengambil foto di area terlarang. Di mana pada saat yang sama latihan militer sedang berlangsung," kata penyiar televisi Fars.

Kabar itu mencuat di tengah ketegangan antara Teheran dan negara-negara Barat akibat perbedaan pandangan menyangkut kesepakatan nuklir 2015. Sejumlah warga negara asing sudah banyak yang ditahan otoritas Iran tanpa dipublikasikan.

Parlemen Belgia, Rabu, (6/7), menyetujui perjanjian pertukaran tahanan yang kontroversial dengan Iran. Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris membantah laporan kantor berita itu dan menggambarkannya sebagai informasi tidak berdasar.

"Laporan penangkapan seorang diplomat Inggris di Iran sepenuhnya salah," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri di London, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Kemudian pemerintah Prancis mengutuk penangkapan diplomat asing di Iran dan menuntut mereka segera dibebaskan. 

Sebelumnya, Amnesty International meminta pemerintah Inggris untuk menyelidiki warganya Nazanin Zaghari-Ratcliffe yang sempat ditahan Iran selama enam tahun.

Nazanin yang memiliki kewarganegaraan ganda menyesalkan penahanan itu dan menuduh Iran telah menyanderanya. Awal tahun ini, Nazanin telah dibebaskan dan pulang ke Inggris bersama dengan tahanan lain setelah Inggris setuju untuk membayar utang kepada Teheran. (France24/OL-1)

Baca Juga

AFP

Myanmar Hadapi Krisis BBM dan Sembako

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 18:04 WIB
 Harga bahan bakar minyak (BBM) dan sembilan bahan pokok (Sembako) melambung hingga...
AFP

Myanmar Impor BBM dari Rusia

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 18:03 WIB
Junta Myanmar berencana membeli bahan bakar minyak (BBM) juga gas dari Rusia. Langkah itu untuk meningkatkan stok dan meredam kenaikan...
AFP KCNA VIA KNS

Hentikan Covid-19, Korut Puji Militernya

👤Cahya Mulyana 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 17:58 WIB
Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong Un menyelenggarakan sebuah upacara sebagai bentuk terima kasih para petugas medis...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya