Jumat 01 Juli 2022, 05:00 WIB

Afrika Darurat Vaksin dan Alat Tes Cacar Monyet

Mediaindonesia.com | Internasional
Afrika Darurat Vaksin dan Alat Tes Cacar Monyet

AFP/BRIAN W.J. MAHY/HO
Ilustrasi cacar monyet (monkeypox) - Foto selebaran ini disediakan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit diambil pada tahun 1997.

 

Afrika tidak mempunyai vaksin cacar monyet dan persediaan alat tes juga terbatas, kata badan kesehatan internasional yang memperingatkan bahwa negara-negara kaya tampaknya telah menimbun vaksin.

Cacar monyet adalah penyakit dari virus yang menyebabkan gejala seperti flu dan lesi kulit. Penyakit ini merupakan endemik di beberapa bagian Afrika tetapi juga baru-baru ini dilaporkan di negara-negara yang tidak memiliki riwayat penularan manusia, termasuk Ghana, Maroko, dan Afrika Selatan.

"Penyebaran geografis cacar monyet ke beberapa bagian Afrika di mana kasusnya belum pernah terdeteksi sebelumnya adalah tanda yang mengkhawatirkan," kata direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Afrika Dr Matshidiso Moeti, Kamis.

Ia mengingatkan agar Afrika tidak diabaikan dalam distribusi vaksin, seperti yang terjadi pada awal peluncuran vaksin Covid-19 ketika negara-negara lain berlomba mengamankan persediaan vaksin yang terbatas.

"Apa yang terjadi pada hari-hari awal peluncuran vaksin Covid-19 ketika Afrika menyaksikan ketika negara-negara lain mengambil persediaan terbatas tidak boleh dibiarkan berulang. Ada beberapa tanda bahwa ini sudah terjadi," ujar dia.

Secara global, pasokan vaksin cacar monyet kurang dan belum ada sumbangan untuk negara-negara di Afrika, kata WHO.

Meskipun tidak ada vaksin khusus untuk cacar monyet, tetapi suntikan untuk cacar melindungi seseorang dari virus tersebut.

WHO memutuskan bahwa cacar monyet belum menjadi darurat kesehatan global, meskipun Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan dia sangat prihatin dengan wabah tersebut.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika) memperlakukan wabah itu sebagai keadaan darurat, kata penjabat direktur Ahmed Ogwell Ouma. "Cacar monyet adalah keadaan darurat di benua ini dan kami meminta semua teman dan mitra kami untuk bergabung dengan kami dalam mengendalikan wabah ini ... termasuk menyediakan alat tes dan vaksin," kata dia.

Kurangnya kapasitas pengujian telah mengakibatkan tingginya jumlah kasus suspek yang tidak dapat dikonfirmasi. Lebih dari 1.821 kasus telah dilaporkan di 13 negara tetapi hanya 109 yang dikonfirmasi setelah pemeriksaan laboratorium.

Dalam beberapa minggu terakhir sekitar 40 negara di mana cacar monyet tidak endemik telah melaporkan wabah, dengan lebih dari 4.300 kasus yang dikonfirmasi atau diduga sebagian besar di Eropa. (Ant/OL-12)

 

Baca Juga

Dok. Bea Cukai

Bea Cukai dan Malaysian Customs Resmi Tutup Joint Task Force Operation 2022 

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 20:37 WIB
Selama periode pelaksanaan JTF Operation 2022, Bea Cukai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 77,72 kg methamphetamine dan sekitar...
AFP/Atta Kenare.

Iran akan Sampaikan Proposal Pembicaraan Nuklir Final Senin Malam

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 18:41 WIB
Menteri Luar Negeri Iran mengatakan Teheran akan menyampaikan proposal final pada Senin (15/8) malam dalam pembicaraan untuk menghidupkan...
AFP/Abbas Momani.

Polisi Israel Tuding akan Ditikam Warga Palestina, Keluarga Membantah

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 15 Agustus 2022, 18:28 WIB
Pasukan keamanan Israel menembak mati seorang pria Palestina yang mereka katakan mencoba menikam petugas selama penggerebekan rumah untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya