Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN mengatakan pada Senin (27/6) bahwa pembicaraan tidak langsung dengan Amerika Serikat akan dilanjutkan minggu ini di negara Teluk. Ini sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015.
Negosiasi akan terpisah dari pembicaraan yang lebih luas di Wina antara Iran dan negara-negara besar yang dimediasi oleh Uni Eropa. Ini disebutkan diplomat top blok Joseph Borrell, Sabtu (25/6), di Teheran.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan pembicaraan akan fokus pada pencabutan sanksi yang dijatuhkan oleh Washington terhadap Teheran dan diadakan di negara Teluk Persia dalam beberapa hari mendatang atau akhir pekan ini.
Kesepakatan nuklir penting itu digantung sejak 2018, ketika presiden AS saat itu Donald Trump secara sepihak menarik diri darinya dan mulai menjatuhkan sanksi ekonomi yang keras pada musuh bebuyutan Amerika. Pemerintahan Presiden AS Joe Biden berusaha untuk kembali ke kesepakatan karena itu akan menjadi jalan terbaik ke depan dengan republik Islam itu.
"Yang akan kami lakukan dalam beberapa hari mendatang tidak menyangkut dimensi nuklir tetapi perbedaan yang ada (dan) pencabutan sanksi," kata Khatibzadeh. "Saya berharap kita akan melihat hasil positif dari pembicaraan ini," katanya kepada wartawan.
Baca juga: Pembicaraan Nuklir Iran Segera Dilanjutkan setelah Buntu Berbulan-bulan
"Jika Washington datang dengan jawaban, kita dapat melakukan pekerjaan dengan cepat. Bola ada di tangan Washington."
Pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir dimulai di Wina pada April tahun lalu tetapi menemui hambatan pada Maret tahun ini di tengah perbedaan antara Teheran dan Washington, terutama atas permintaan Iran agar Korps Pengawal Revolusi Islamnya dihapus dari daftar teror AS. Selama pembicaraan Wina, Iran juga berulang kali menyerukan jaminan AS bahwa tidak akan ada pengulangan penarikan Trump.
Baik Borrell maupun Khatibzadeh tidak mengidentifikasi negara yang akan menjadi tuan rumah diskusi tersebut. Kesepakatan 2015 yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama disepakati setelah kontak awal antara Iran dan Amerika Serikat di kesultanan Teluk, Oman, yang telah lama menjaga hubungan baik dengan kedua negara. (AFP/OL-14)
Uni Eropa, Jerman, dan Inggris kompak tolak permintaan AS kirim pasukan ke Selat Hormuz. Fokus pada diplomasi demi cegah lonjakan harga minyak global. Simak!
Para petani menerapkan metode panen cerdas iklim dan pemetikan selektif dengan tangan untuk menjaga cita rasa serta memperpanjang umur simpan buah.
Jerman pastikan tidak bergabung dalam misi militer di Selat Hormuz. Menlu Johann Wadephul tegaskan Berlin pilih solusi negosiasi ketimbang keterlibatan tempur.
Iran juga menuduh Uni Eropa melakukan kemunafikan dan standar ganda setelah kepala kebijakan luar negeri blok tersebut mengkritik serangan Hizbullah terhadap Israel.
Uni Eropa mengusulkan larangan transportasi dan layanan minyak Rusia, namun AS menolak dukungan, sementara negara G7 lain belum memberikan janji jelas.
Hari ke-1.460: Rusia gempur Kyiv & Lviv dengan 345 drone-rudal. Putin prioritaskan nuklir, sementara Hungaria ancam blokir sanksi Uni Eropa terkait aliran minyak.
Donald Trump pertimbangkan AS keluar dari NATO setelah sekutu tolak amankan Selat Hormuz. Ia tegaskan militer AS tidak butuh bantuan siapa pun dalam konflik Iran.
Rusia perluas kerja sama militer dengan Iran, berikan citra satelit real-time dan teknologi drone Shahed canggih untuk targetkan posisi militer AS.
Jumlah tentara AS yang terluka dalam perang Iran melonjak jadi 200 orang. Simak daftar prajurit yang gugur, update Centcom, dan eskalasi konflik Timur Tengah.
Militer AS kerahkan drone MQ-9 Reaper untuk serang situs militer Iran. Simak strategi drone war AS dan penggunaan bom SDB yang mematikan di langit Teheran.
Kementerian Warisan Budaya Iran melaporkan 108 situs bersejarah rusak akibat serangan AS-Israel, termasuk Istana Golestan di Teheran dan situs UNESCO di Isfahan.
Laporan intelijen AS mengungkap struktur kekuasaan Iran makin tangguh di bawah IRGC meski Pemimpin Tertinggi tewas. Simak analisis dampak serangan 28 Februari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved