Jumat 17 Juni 2022, 10:39 WIB

AS Kutuk Pernyataan Pejabat Partai India tentang Nabi Muhammad

Mediaindonesia.com | Internasional
AS Kutuk Pernyataan Pejabat Partai India tentang Nabi Muhammad

AFP/Manuel Balce Ceneta.
Ned Price.

 

AMERIKA Serikat pada Kamis (16/6) mengutuk pernyataan pejabat partai yang berkuasa di India tentang Nabi Muhammad yang memicu kegemparan di negara-negara Muslim.

"Kami mengutuk komentar ofensif yang dibuat oleh dua pejabat BJP dan kami senang melihat partai secara terbuka mengutuk komentar itu," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price kepada wartawan.

"Kami secara teratur terlibat dengan pemerintah India di tingkat tinggi tentang masalah hak asasi manusia termasuk kebebasan beragama atau berkeyakinan. Kami mendorong India untuk mempromosikan penghormatan terhadap hak asasi manusia," katanya.

Nupur Sharma, juru bicara partai nasionalis Hindu Perdana Menteri Narendra Modi Bharatiya Janata Party, pada 26 Mei membuat pernyataan di televisi tentang istri termuda nabi Islam yang memicu demonstrasi di seluruh dunia Islam. Pernyataan itu memicu protes diplomatik tidak hanya di saingannya Pakistan, tetapi juga negara-negara Arab kaya yang biasanya menikmati hubungan dekat dengan India. 

Di Bangladesh, pengunjuk rasa menuntut kecaman resmi dari Perdana Menteri Sheikh Hasina, sekutu dekat India. Dalam mode pengendalian kerusakan, BJP menangguhkan Sharma serta Naveen Kumar Jindal, tokoh lain di partai yang dituduh men-tweet tentang Nabi Muhammad.

Baca juga: Amnesty Desak India Hentikan Kekerasan terhadap Demonstran Muslim

Amerika Serikat sejak akhir 1990-an berusaha memperdalam hubungan dengan India. Ia percaya bahwa dua negara demokrasi terbesar di dunia itu memiliki kepentingan yang sama terutama dalam menghadapi kebangkitan Tiongkok.

Amerika Serikat, bagaimanapun, telah beberapa kali dengan hati-hati menyuarakan keprihatinan tentang hak asasi manusia di India ketika Modi menghadapi tuduhan membuat kebijakan yang menargetkan minoritas Muslim. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Azwar Ipank.

Kasus Rasmus Paludan, Indonesia Panggil Dubes Swedia Kampanyekan Pluralisme

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 30 Januari 2023, 20:52 WIB
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri sudah menyampaikan secara langsung sikap terkait aksi tidak terpuji yang dilakukan...
AFP/Jaafar Ashtiyeh.

Kebijakan Indonesia Harus Konsisten Bela Palestina sebagai Negara Tertindas

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 30 Januari 2023, 20:36 WIB
Indonesia selalu berempati terhadap Palestina sebagai negara yang tertindas dan ikut membantu rakyatnya dengan terus mendorong penyelesaian...
AFP/Hazem Bader.

Indonesia Desak Israel Hentikan Kekerasan di Palestina

👤Cahya Mulyana 🕔Senin 30 Januari 2023, 20:09 WIB
Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI mengkhawatirkan kenaikan angka kekerasan yang dilakukan Israel terhadap warga...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya