Senin 25 April 2022, 14:07 WIB

Lonjakan Kasus Covid-19 di Beijing Picu Panic Buying

Nur Aivanni | Internasional
Lonjakan Kasus Covid-19 di Beijing Picu Panic Buying

Noel Celis / AFP
Khawatir lockdown diterapkan. warga mengantre untuk membeli barang-barang kebutuhan pokok di sebuah supemarket di Beijing, Senin (25/4).

 

Kekhawatiran akan penguncian akibat covid-19 memicu panic buying di Beijing ketika antrean panjang terjadi pada Senin (25/4) di sebuah distrik pusat yang besar untuk pengujian massal yang diperintahkan oleh otoritas Tiongkok.

Tiongkok sudah berusaha menahan gelombang infeksi di kota terbesarnya Shanghai, yang hampir seluruhnya dikunci selama berminggu-minggu dan melaporkan 51 kematian baru akibat covid-19 pada Senin.

Shanghai telah berjuang untuk menyediakan makanan segar bagi mereka yang dikurung di rumah, sementara sejumlah pasien telah melaporkan kesulitan untuk mengakses perawatan medis non-covid-19. Dan, meningkatnya kasus di ibu kota Tiongkok pun memicu kekhawatiran penguncian yang serupa.

Distrik terbesar di pusat kota Beijing, Chaoyang, berpenduduk sekitar 3,5 juta orang, memerintahkan pengujian massal mulai Senin untuk penduduk dan mereka yang datang untuk bekerja di sana. Daerah itu menjadi tempat kantor pusat banyak perusahaan multinasional dan kedutaan besar.

Antrean meliuk-liuk di sekitar mal dan di luar kompleks perkantoran pada Senin ketika orang-orang menunggu untuk diambil sampelnya oleh petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung diri (APD).

"Jika satu kasus ditemukan, daerah ini bisa terpengaruh," kata pekerja kantoran Yao Leiming, 25, saat dia menuju lokasi pengujian di Chaoyang bersama sekelompok rekannya.

Perintah pengujian massal dan peringatan situasi covid-19 yang suram di kota itu, memicu aksi warga yang bergegas untuk menimbun kebutuhan pokok di supermarket Beijing pada hari Minggu.

Orang-orang terlihat mendorong keranjang belanja dengan tumpukan makanan, sementara banyak barang terjual habis di aplikasi pengiriman bahan makanan ketika diperiksa oleh AFP pada hari Minggu - terutama untuk pengiriman ke Chaoyang.

Beijing juga telah memberlakukan kontrol ketat untuk masuk ke kota tersebut, dengan para pelancong diharuskan memiliki hasil tes negatif untuk covid-19 dalam waktu 48 jam.

Tiongkok telah berjuang untuk mengalahkan wabah terburuknya dalam dua tahun dengan kebijakan "nol covid-19", yang mencakup penguncian ketat, pengujian massal dan pembatasan perjalanan.

Para pejabat mengatakan kebijakan itu telah membantu Tiongkok menghindari bencana kesehatan masyarakat skala besar yang terlihat di tempat lain di dunia selama krisis covid-19. (Straits Times/OL-12)

Baca Juga

ANTARA/Muchlis Jr

Presiden Kembali ke Tanah Air dari Abu Dhabi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 23:35 WIB
Sebelum mengunjungi PEA, Presiden Jokowi mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Elmau,...
ANTARA/Setpres/Laily R

Presiden Jokowi Bertemu Mohamed Bin Zayed di Istana Al Shatie

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 22:20 WIB
Presiden tiba di Istana Al Shatie sekitar pukul 13.30 waktu setempat dan langsung melaksanakan sesi foto bersama dan pertemuan bilateral...
AFP/Taliban.

Pemimpin Taliban Minta Dunia Jangan Ajari Cara Mengurus Afghanistan

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 01 Juli 2022, 21:56 WIB
Akhundzada, yang tidak difilmkan atau difoto di depan umum sejak Taliban kembali berkuasa pada Agustus, berbicara di depan pertemuan besar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya