Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
KANSELIR Austria Karl Nehammer mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengakhiri invasi ke Ukraina dan menyelidiki kejahatan perang serius yang dilakukan militer Rusia. Isu ini dibahas dalam pertemuan kedua pemimpin negara di Moskow.
Nehammer menjadi pemimpin Eropa pertama yang bertemu Putin sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina, 24 Februari lalu.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan setelah pertemuan pada Senin (11/4), kanselir Austria itu mengatakan pesan utamanya kepada Putin adalah untuk mengakhiri perang.
Baca juga: OPEC: Tidak Mungkin Gantikan Pasokan Minyak Rusia
"Perang ini harus diakhiri. Karena, dalam perang, kedua belah pihak hanya bisa kalah," kata Nehammer.
Nehammer mengatakan kepada Putin bahwa semua yang bertanggung jawab atas kejahatan perang di Kota Bucha di Ukraina dan di tempat lain akan diberi ganjaran.
Dia juga menekankan perlunya membuka koridor kemanusiaan sehingga warga sipil yang terperangkap di kota-kota yang diserang dapat mengakses pasokan dasar seperti makanan dan air.
Pemimpin Austria itu menyebut perjalanan ke Moskow sebagai tugasnya untuk mengakhiri kekerasan di Ukraina. Itu hanya dua hari setelah dia melakukan perjalanan ke Kyiv untuk berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Austria mendukung sanksi blok 27 negara terhadap Rusia, meskipun sejauh ini menentang pengurangan gas Rusia. Negara ini netral secara militer dan bukan anggota NATO.
“Kami netral secara militer, tetapi memiliki posisi yang jelas dalam perang agresi Rusia melawan Ukraina,” tulis Nehammer di Twitter, Minggu (10/4).
“Perang itu harus berhenti. Uni Eropa bersatu seperti yang pernah ada dalam masalah sanksi, dan bahwa ini akan tetap berlaku bahkan ditambah jika perang berlanjut," pungkasnya.
Sementara itu, Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan dia menyambut baik pertemuan itu. Mitra koalisi Nehammer yang konservatif mengkritik kunjungan tersebut.
“Saya tidak bisa memaafkan kunjungan ke Putin. Ini tidak ada hubungannya dengan diplomasi. Ini juga bukan peta jalan yang disepakati untuk negosiasi. Putin akan menggunakan ini untuk propagandanya.”tulis juru bicara urusan luar negeri Partai Hijau Ewa Ernst-Dziedzic di Twitter.
Reinhard Heinisch, seorang profesor perbandingan politik Austria di Universitas Salzburg, menulis di Twitter “Mari berharap ada lebih banyak kunjungan kanselir Austria #Nehammer ke Putin daripada yang telah dikatakan dan terlihat. Austria terlalu sering berperan sebagai orang bodoh yang berguna di Moskow di masa lalu.” (Aljazeera/OL-1)
Zakharova menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap aturan internasional dan menekankan bahwa fasilitas diplomatik harus dilindungi.
Gedung Putih menyatakan tidak senang jika Rusia benar-benar membagikan intelijen kepada Iran di tengah konflik Timur Tengah, namun belum melontarkan kecaman keras.
Laporan terbaru PBB mengungkap keterlibatan langsung Vladimir Putin dalam deportasi ribuan anak Ukraina ke Rusia.
Tanpa aliran minyak ini, rantai pasokan global akan terganggu parah. Dengan pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat, harga kemungkinan akan naik.
Trump panik harga minyak melonjak akibat perang Iran-Israel. Washington berencana cabut sanksi negara penghasil minyak demi stabilkan pasar dan pasokan global.
Rosatom evakuasi ratusan pekerja dan keluarga dari PLTN Bushehr, Iran. Pembangunan Unit 2 dan 3 dihentikan sementara akibat situasi keamanan yang kian membahayakan.
Tanpa aliran minyak ini, rantai pasokan global akan terganggu parah. Dengan pasokan yang terbatas dan permintaan yang meningkat, harga kemungkinan akan naik.
Polda Bali menetapkan enam warga negara asing (WNA) sebagai tersangka dalam kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap warga Ukraina berinisial IK.
Laporan CPJ 2025: Israel catat rekor pembunuh jurnalis terbanyak dengan 84 korban. Tahun 2025 jadi tahun paling mematikan bagi pers global dengan total 129 kematian.
Memasuki tahun kelima perang, Presiden Zelensky menegaskan kedaulatan Ukraina tetap tegak meski dihantam serangan udara harian dan kerugian personel yang masif.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved