Senin 24 Januari 2022, 20:42 WIB

Iran Mungkin Sepakati Pertukaran Tahanan AS-Iran dan Perjanjian Nuklir

Mediaindonesia.com | Internasional
Iran Mungkin Sepakati Pertukaran Tahanan AS-Iran dan Perjanjian Nuklir

AFP/Atta Kenare.
Warga Iran berbelanja peralatan rumah tangga di pasar Amin Hozur di ibu kota Iran, Teheran, pada 3 Oktober 2021.

 

TEHERAN pada Senin (24/1) mengatakan ada kemungkinan untuk mencapai kesepakatan tentang dua masalah pembebasan tahanan Iran-AS dan pembicaraan Wina untuk memulihkan kesepakatan nuklir 2015.

"Itu dua jalan yang berbeda, tetapi jika pihak lain (AS) memiliki tekad, ada kemungkinan kita mencapai kesepakatan yang andal dan langgeng di keduanya dalam waktu singkat," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh dalam konferensi pers mingguan.

Komentar Khatibzadeh muncul sebagai reaksi atas pernyataan yang dibuat oleh utusan AS untuk Iran, Robert Malley. Pada Minggu ia mengatakan tidak mungkin Washington akan mencapai kesepakatan kecuali jika Teheran membebaskan empat warga AS.

"Iran belum menerima prasyarat apa pun sejak hari pertama negosiasi," kata Khatibzadeh. Dia menambahkan, "Negosiasi cukup rumit dan seharusnya tidak menjadi lebih kompleks dengan komentar yang rumit."

Baca juga: Ratusan Pengurus Gereja Jerman Mengaku LGBT Tuntut Penerimaan

Empat warga AS yang ditahan di Iran ialah pengusaha Iran-Amerika Siamak Namazi, 50, dan ayahnya Baquer, 85, serta aktivis lingkungan Morad Tahbaz, 66, dan pengusaha Emad Sharqi, 57. "Ini masalah kemanusiaan dan ada dalam agenda kami, baik sebelum negosiasi ini maupun selama negosiasi itu," kata Khatibzadeh yang merujuk pada situasi warga negara Iran yang ditahan di AS.

Mengenai situasi terakhir pembicaraan nuklir di Wina, Khatibzadeh mengatakan pihaknya melihat kemajuan dalam negosiasi ke arah yang benar. Akan tetapi masalah yang sangat penting masih tetap ada sehingga memerlukan keputusan politik oleh Washington.

Upaya untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir 2015 dimulai kembali pada akhir November, setelah pembicaraan dihentikan pada Juni ketika Iran memilih Presiden ultrakonservatif Ebrahim Raisi. Kesepakatan 2015--yang disepakati oleh Iran, AS, Tiongkok, Rusia, Inggris, Prancis, dan Jerman--menawarkan bantuan sanksi kepada Teheran sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya.

Baca juga: Kesepakatan Nuklir Dilakukan Jika Iran Bebaskan Tahanan Warga AS

Namun AS secara sepihak menarik diri pada 2018 di bawah presiden saat itu Donald Trump dan menerapkan kembali sanksi ekonomi yang mencekik. Ini mendorong Teheran untuk mulai membatalkan komitmennya. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP.

Gempa Berkekuatan 7,2 SR Guncang Peru Selatan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:25 WIB
Gempa terjadi pada pukul 07.02 waktu setempat pada kedalaman 218 kilometer, menurut USGS. Pusat Seismologi Nasional Peru mengatakan gempa...
AFP/Fabrice Coffrini.

Iran Sebut Zionis Kontrol Kebijakan AS terkait Kesepakatan Nuklir

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 20:55 WIB
Israel telah membuatnya seolah-olah mempertahankan IRGC dalam daftar itu penting untuk masa depan pembicaraan Iran, tetapi tidak demikian,...
AFP/Hazem Bader.

Investigasi CNN Perkuat Klaim Tentara Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 20:01 WIB
Pada saat-saat berikutnya, seorang pria berkaus putih mencoba beberapa kali untuk memindahkan Abu Akleh, tetapi dipaksa mundur berulang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya