Jumat 21 Januari 2022, 16:26 WIB

Tiongkok Kecam Parlemen Prancis Sebut Beijing Lakukan Genosida Uighur

Nur Aivanni | Internasional
Tiongkok Kecam Parlemen Prancis Sebut Beijing Lakukan Genosida Uighur

Kenzo TRIBOUILLARD / AFP
Seorang anak membentangkan spaduk '3 Juta Uighur di Kamp Konsentrasi China' saat berunjuk rasa di Brussels, Belgia.

 

TIONGKOK mengutuk resolusi parlemen Prancis pada Jumat (21/1) yang menyebut Beijing melakukan genosida terhadap penduduk Muslim Uighur.

Resolusi tersebut menambah panjang daftar negara-negara Barat yang telah mengkritik Beijing karena menempatkan sekitar satu juta orang Uighur di kamp-kamp kerja paksa.

Barat menyebut kekerasan yang dilakukan oleh Tiongkok terhadap warga Uighur sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida.

Majelis Nasional Prancis bergabung dengan Kanada, Belanda, Inggris dan Belgia di mana anggota parlemen telah meloloskan mosi serupa. Sementara, pemerintah Amerika Serikat secara resmi menuduh Tiongkok melakukan genosida di Xinjiang barat.

Tetapi Tiongkok menolak tuduhan semacam itu dan menyerang anggota parlemen Prancis pada Jumat (21/1).

"Resolusi Majelis Nasional Prancis tentang Xinjiang mengabaikan fakta dan pengetahuan hukum dan sangat mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian pada konferensi pers reguler.

"Tiongkok dengan tegas menentangnya," tambahnya.

Mosi Prancis itu diusulkan partai oposisi sosialis di Majelis Rendah Parlemen tetapi juga didukung oleh partai Republic on the Move (LREM) yang dipimpin Presiden Emmanuel Macron.

Resolusi tidak mengikat oleh Majelis Nasional Prancis itu diadopsi dengan 169 suara mendukung dan hanya satu yang menentang pada Kamis (19/1).

Dukung perlindungan minoritas di Xinjiang

Resolusi itu menyerukan kepada pemerintah Prancis untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan dalam komunitas internasional dan dalam kebijakan luar negerinya terhadap Republik Rakyat Tiongkok untuk melindungi kelompok minoritas di wilayah Xinjiang.

"Tiongkok adalah kekuatan besar. Kami mencintai orang-orang Tiongkok. Tapi kami menolak untuk tunduk pada propaganda dari rezim yang mengandalkan kepengecutan dan keserakahan untuk melakukan genosida di depan mata," kata Ketua Partai Sosialis Olivier Faure.

Dia menceritakan kesaksian kepada parlemen dari para penyintas Uighur yang menceritakan kondisi di dalam kamp-kamp di mana pria dan perempuan tidak dapat berbaring di sel, menjadi sasaran pemerkosaan dan penyiksaan, serta transplantasi organ secara paksa.

Pemerintah Prancis telah menolak untuk menyebut perlakuan Tiongkok terhadap minoritas Uighur sebagai "genosida", dengan alasan bahwa itu adalah istilah hukum yang hanya dapat dibuktikan dengan penyelidikan yudisial.

Beijing telah menolak permintaan berulang kali dari Komisi Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia untuk mengunjungi wilayah tersebut untuk menyelidiki. (AFP/Nur/OL-09)

Baca Juga

AFP.

Gempa Berkekuatan 7,2 SR Guncang Peru Selatan

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:25 WIB
Gempa terjadi pada pukul 07.02 waktu setempat pada kedalaman 218 kilometer, menurut USGS. Pusat Seismologi Nasional Peru mengatakan gempa...
AFP/Fabrice Coffrini.

Iran Sebut Zionis Kontrol Kebijakan AS terkait Kesepakatan Nuklir

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 20:55 WIB
Israel telah membuatnya seolah-olah mempertahankan IRGC dalam daftar itu penting untuk masa depan pembicaraan Iran, tetapi tidak demikian,...
AFP/Hazem Bader.

Investigasi CNN Perkuat Klaim Tentara Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 20:01 WIB
Pada saat-saat berikutnya, seorang pria berkaus putih mencoba beberapa kali untuk memindahkan Abu Akleh, tetapi dipaksa mundur berulang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya