Sabtu 08 Januari 2022, 21:07 WIB

Putri Kerajaan Saudi dan Anaknya Dibebaskan setelah Dipenjara Tiga Tahun

Mediaindonesia.com | Internasional
Putri Kerajaan Saudi dan Anaknya Dibebaskan setelah Dipenjara Tiga Tahun

AFP/Bandar Al-Jaloud.
Raja Saudi Salman bin Abdulaziz (kanan) dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

 

PIHAK berwenang Saudi telah membebaskan seorang putri dan anak perempuannya yang telah ditahan tanpa dakwaan selama hampir tiga tahun di ibu kota. Ini diungkapkan suatu kelompok hak asasi manusia, Sabtu (8/1).

Basma binti Saud, 57, seorang anggota keluarga kerajaan yang lama dipandang sebagai pendukung hak-hak perempuan dan monarki konstitusional, telah ditahan sejak Maret 2019. Pada April 2020 ia memohon Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk membebaskannya dengan alasan kesehatan.

"Basma binti Saud Al Saud dan putrinya Suhoud telah dibebaskan," kata ALQST untuk Hak Asasi Manusia di Twitter.

"Dia menolak perawatan medis yang dia butuhkan untuk kondisi yang berpotensi mengancam nyawa," tambah kelompok hak asasi itu. "Selama penahanannya tidak ada tuduhan yang ditujukan padanya."

Pejabat Saudi tidak segera tersedia untuk mengomentari kasus ini. Putri Basma ditangkap tak lama sebelum rencana perjalanan ke Swiss untuk perawatan medis, menurut sumber yang dekat dengan keluarga. Jenis penyakitnya tidak pernah diungkapkan. 

Pangeran Mohammed telah mengawasi upaya reformasi sejak ia ditunjuk oleh ayahnya Raja Salman pada Juni 2017 dengan mengorbankan pewaris takhta yang ditunjuk sebelumnya, Mohammed bin Nayef. Reformasi itu termasuk pencabutan larangan selama puluhan tahun terhadap perempuan mengemudi dan pelonggaran aturan perwalian yang memberi laki-laki otoritas sewenang-wenang atas kerabat perempuan.

Namun pihak berwenang Saudi juga telah menindak para pembangkang dan bahkan calon lawan, mulai dari pengkhotbah hingga aktivis hak-hak perempuan, bahkan bangsawan. Putri Basmah ditahan di penjara Al-Ha'ir, tempat banyak tahanan politik lain ditahan.

Dalam kesaksian tertulis kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2020, dilihat oleh AFP, keluarganya mengatakan penahanannya kemungkinan besar karena catatannya sebagai pengkritik pelanggaran yang blak-blakan. Dia juga dianggap sebagai sekutu Mohammed bin Nayef, tambah kesaksian tertulis.

Baca juga: Saudi Jawab Tudingan Hizbullah bahwa Raja Salman Teroris

Pada November 2017, kampanye antikorupsi besar-besaran membuat hotel mewah Ritz-Carlton di Riyadh berfungsi selama tiga bulan sebagai pusat penahanan de facto bagi lusinan pangeran dan pejabat senior yang dicurigai melakukan korupsi atau ketidaksetiaan. Pada Maret 2020, pengawal kerajaan menangkap saudara laki-laki dan keponakan Raja Salman, menuduh mereka mengobarkan kudeta terhadap Pangeran Mohammed, menurut beberapa sumber. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Menahem Kahana.

Polisi Israel Tangkap Puluhan Warga Palestina pada Dini Hari

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 18 Januari 2022, 21:14 WIB
Sejak itu protes terus berkobar di Negev. Ini bersama dengan protes solidaritas oleh warga Palestina di kota-kota Haifa, Umm al-Fahm, dan...
AFP/Mahmud Hams.

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina Butuh Rp23 Triliun

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 18 Januari 2022, 20:57 WIB
Pemerintahan Presiden Joe Biden telah memulihkan beberapa dukungan, tetapi UNRWA mengatakan masih...
AFP/Alexey Nikolsky.

Putin Jamu Presiden Iran Raisi di Moskow Besok

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 18 Januari 2022, 17:58 WIB
Itu akan menjadi kunjungan ketiga Raisi di luar Iran--setelah Tajikistan dan negara tetangga Turkmenistan--sejak ia mengambil alih kursi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya