Kamis 09 Desember 2021, 12:15 WIB

Pengungsi Rohingya Gugat Facebook

Basuki Eka Purnama | Internasional
Pengungsi Rohingya Gugat Facebook

AFP/Munir Uz zaman
Anak-anak bermain di kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh.

 

PENGUNGSI Rohingya, Senin (6/12), menggugat Facebook dan menuntut ganti rugi sebesar US$150 miliar karena menganggap jejaring sosial itu memupuk ujaran kebencian sehingga meningkatkan aksi kekerasan terhadap etnik minoritas itu.

Gugatan yang diajukan di pengadilan California itu mengatakan algoritma Facebook mempromosikan misinformasi dan pandangan ekstrem yang berujung pada kekerasan di dunia nyata.

"Faacebook itu bak robot yang diprogram dengan misi tunggal, untuk tumbuh," ungkap gugatan tersebut.

Baca juga: Dunia Internasional Kecam Vonis Penjara Aung San Suu Kyi

"Fakta yang tidak bisa dibantah  adalah pertumbuhan Facebook dipicu oleh kebencian, perpecahan, dan misinformasi, yang menyebabkan ratusan ribu nyawa Rohingya terancam," lanjut gugatan itu

Etnik mayoritas muslim itu mengalami diskrimasi di Myanmar, saat mereka dianggap sebagai penyusup meski telah tinggal di negara itu selama beberapa generasi.

Kampanye militer Myanmar dituding PBB melakukan genosida saat ratusan ribu warga Rohingya terpaksa mengungsi melintasi perbatasan ke Bangladesh pada 2017, tempat mereka masih bertahan di kamp pengungsian hingga kini.

Masih banyak lagi warga Rohingya yang bertahan di Myanmar, meski mereka tidak memiliki kewarganegaraan dan menjadi korban kekerasan komunal dan diskriminasi.

Gugatan dari pengungsi Rohingya itu menuding algoritma Facebook membuat orang mudah bergabung dengan kelompok esktrem yang membenci mereka.

Kelompok HAM, sejak lama, telah menuding Facebook tidak berbuat cuku untuk mencegah penyebaran misinformasi secara daring.

Facebook dituding saat diberi informasi mengenai ujara kebencian, mereka tidak bertindak. (AFP/OL-1)
 

Baca Juga

dok.mi

Presiden AAYG Dukung Pemerintah RI Wujudkan Perdamaian Dunia

👤mediandonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 14:45 WIB
Presiden Asian African Youth Government (AAYG), Respiratori Saddam Al Jihad mendukung pemerintah RI untuk terlibat aktif mewujudkan...
dok.AFP

Ukraina Klaim Sukses Buat Rusia Kelabakan di Krimea

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 11:21 WIB
Ukraina telah menyatakan kesuksesan atas sejumlah serangan di Krimea yang membuat Rusia panik. Kyiv akan melanjutkannya sampai kekuatan...
AFP/MOHAMMED ABED

Israel Akhirnya Akui Membunuh 5 Anak Palestina yang Sedang Bermain

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 10:52 WIB
Saat terjadinya serangan, militer Israel sempat mengklaim kelima anak itu tewas akibat terkena roket milik Jihad...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya