Kamis 02 Desember 2021, 20:37 WIB

Afrika: Jangan Panik Tetap Tenang Hadapi Omicron

Mediaindonesia.com | Internasional
Afrika: Jangan Panik Tetap Tenang Hadapi Omicron

AFP/Michael Tewelde.
John Nkengasong.

 

BADAN pengawas kesehatan Uni Afrika pada Kamis meminta semua pihak untuk tenang atas kehadiran omicron, varian covid-19 baru yang sangat bermutasi dan mendorong banyak pemerintah untuk memberlakukan pembatasan baru.

Varian baru ini pertama kali dilaporkan ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) oleh Afrika Selatan seminggu yang lalu. Omicron dengan cepat muncul di seluruh benua, memperdalam ketakutan terhadap gelombang infeksi mematikan lain, dan menandakan bahwa pertempuran hampir dua tahun melawan pandemi belum selesai.

Namun, Kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika), John Nkengasong, mendesak untuk bersikap tenang. "Kami sangat prihatin tetapi tidak khawatir bahwa situasinya tidak dapat dikelola," katanya dalam konferensi pers.

"Tidak perlu panik. Kami bukannya tak berdaya."

Diumumkan seminggu yang lalu, varian baru telah melihat beberapa pemerintah Eropa dengan cepat memperkenalkan kembali tindakan keras termasuk wajib mengenakan masker dan menjaga jarak sosial. Pembatasan perjalanan, sebagian besar menargetkan Afrika selatan, juga mulai berlaku.

CDC Afrika mengatakan telah mempersiapkan dalam waktu lama untuk kemungkinan varian baru dan ditempatkan dengan baik untuk menahan lonjakan kasus. Varian omicron telah dilaporkan di empat negara Afrika termasuk Afrika Selatan, Ghana, Nigeria, dan Botswana. 

"Ini akan menjadi gelombang keempat yang kita hadapi sebagai sebuah benua," kata Nkengasong. "Kami tahu cara mengerahkan responden dengan cepat. Kami tahu cara memberikan intervensi yang diperlukan," katanya, seraya menambahkan bahwa vaksin juga mengalir dengan sangat mantap ke benua itu.

Namun, penyerapan vaksin di Afrika, benua berpenduduk hampir 1,2 miliar orang, masih rendah. Hanya 7% dari populasi yang sepenuhnya diinokulasi.

Kampanye imunisasi mengalami awal yang lambat karena akses yang buruk ke vaksin. Di beberapa negara keragu-raguan seputar vaksin covid-19 tersebar luas.

Afrika membutuhkan sekitar 1,5 miliar dosis vaksin untuk mengimunisasi 60% penduduknya dan mencapai beberapa tingkat kekebalan kelompok. Sejauh ini, benua tersebut telah menerima lebih dari 400 juta dosis.

Baca juga: Irlandia Laporkan Kasus Pertama Varian Omicron

Perserikatan Bangsa-Bangsa dan WHO pada Oktober mengkritik peluncuran suntikan booster oleh negara-negara kaya. Alasannya, ini menghambat akses negara-negara miskin ke vaksin. (AFP/OL-14)

Baca Juga

AFP/Philip FONG

Osaka Bakal Catat Rekor Harian Baru dengan 6.000 Kasus Covid-19

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 18 Januari 2022, 13:51 WIB
Prefektur Jepang Osaka akan mencatat sekitar 6.000 infeksi baru virus korona pada Selasa...
KCNA VIA KNS / AFP

Korea Utara Uji Coba Peluru Kendali Taktis

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 18 Januari 2022, 12:41 WIB
Korea Utara yang memiliki senjata nuklir itu telah melakukan serangkaian uji coba senjata, termasuk rudal...
Sergei SUPINSKY / AFP

Inggris Pasok Senjata Anti-Tank ke Ukraina untuk Hadapi Ancaman Rusia

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 18 Januari 2022, 11:39 WIB
Pembicaraan pekan lalu berakhir tanpa terobosan. Kiev telah meminta senjata kepada negara-negara Barat untuk membantunya melindungi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya