Rabu 20 Oktober 2021, 16:36 WIB

AS Siap Terlibat Diplomasi dengan Korut yang Uji Coba Rudal

Nur Aivanni | Internasional
AS Siap Terlibat Diplomasi dengan Korut yang Uji Coba Rudal

AFP/Nicholas Kamm.
Jen Psaki.

 

GEDUNG Putih, pada Selasa (19/10), mengatakan bahwa Amerika Serikat tetap siap untuk terlibat dengan Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) atau Korea Utara setelah uji coba rudal terbarunya. Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (JCS) mengatakan bahwa DPRK telah menembakkan rudal balistik jarak pendek ke perairan timur. 

Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan pada Rabu (20/10) pagi waktu setempat bahwa negara itu melakukan uji coba rudal balistik kapal selam tipe baru pada Selasa. Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan kepada wartawan selama briefing harian bahwa Amerika Serikat mengutuk peluncuran rudal tersebut dan mencatat peluncuran itu juga menggarisbawahi kebutuhan mendesak untuk dialog dan diplomasi.

"Tawaran kami tetap bertemu di mana saja, kapan saja tanpa prasyarat. Kami juga berkonsultasi erat dengan sekutu dalam hal ini," tambahnya. "Kami tetap siap untuk terlibat dalam diplomasi dengan DPRK," katanya.

Pada Selasa, perwakilan khusus AS untuk DPRK Sung Kim mengadakan pertemuan trilateral dengan rekan-rekannya dari Korea Selatan dan Jepang mengenai situasi saat ini di Semenanjung Korea, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Departemen Luar Negeri. "Kim menekankan kecaman AS atas peluncuran rudal balistik pada 19 Oktober oleh DPRK, yang melanggar beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB, dan meminta DPRK untuk menahan diri dari provokasi lebih lanjut serta terlibat dalam dialog yang berkelanjutan dan substantif," kata pernyataan itu.

Pemerintahan Joe Biden telah berulang kali menyatakan bahwa pihaknya berusaha terlibat dengan Pyongyang mengenai masalah denuklirisasi tetapi tidak menunjukkan kesediaan untuk melonggarkan sanksi. Pekan lalu, pemimpin tertinggi DPRK Kim Jong Un mengatakan bahwa tidak ada dasar perilaku untuk mempercayai sinyal AS baru-baru ini bahwa Washington tidak memusuhi Pyongyang dan mengecam Korea Selatan karena standar gandanya untuk terus meningkatkan kemampuan militer.

Kim, bagaimanapun, mencatat bahwa musuh DPRK ialah perang itu sendiri, bukan negara atau kekuatan tertentu seperti Korea Selatan dan Amerika Serikat. (Xinhua/OL-14

Baca Juga

AFP/Ronen Zvulun.

Israel Prihatin Amerika Serikat akan Cabut Sanksi terhadap Iran

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 28 November 2021, 20:48 WIB
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian mengatakan negaranya memasuki kembali negosiasi untuk mencari pencabutan sanksi ekonomi AS...
Ilustrasi

Waspada Varian Omicron, Maladewa Larang Pelancong dari 7 Negara Afrika

👤Nur Aivanni  🕔Minggu 28 November 2021, 17:27 WIB
Wisatawan yang tiba dari negara-negara tersebut selama dua hari terakhir harus menjalani karantina selama 14...
Ilustrasi

Australia Deteksi Infeksi Omicron untuk Pertama Kalinya

👤 Nur Aivanni  🕔Minggu 28 November 2021, 14:19 WIB
NSW Health mengatakan bahwa kedua penumpang itu berasal dari Afrika selatan dan tiba di Australia dengan penerbangan Qatar Airways melalui...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya