Rabu 13 Oktober 2021, 10:56 WIB

Presiden Terguling Myanmar Bicara Soal Kudeta Februari lalu

Atikah Ishmah Winahyu | Internasional
Presiden Terguling Myanmar Bicara Soal Kudeta Februari lalu

AFP/STR
Presiden terguling Myanmar Win Myint

 

Presiden Myanmar yang digulingkan, Win Myint, mengaku menolak kesepakatan untuk mengosongkan kursinya dan menyelamatkan dirinya sendiri di saat-saat awal kudeta, Februari lalu.

Pria berusia 69 tahun itu, yang ditahan bersama pemimpin sipil Aung San Suu Kyi, membuat komentar tersebut saat dia bersaksi untuk pertama kali di persidangannya atas hasutan di pengadilan junta.

“Dia menceritakan bagaimana dua perwira senior militer memasuki kamarnya pada dini hari 1 Februari dan mendesaknya untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden, dengan alasan kesehatannya buruk," kata pengacara Win Myint, Khin Maung Zaw.

Baca juga: Wisatawan Polandia Menantikan Pembukaan Pariwisata Bali

"Presiden menolak proposal mereka, dengan mengatakan dia dalam keadaan sehat. Para petugas memperingatkan dia bahwa penolakan itu akan sangat merugikannya, tetapi Presiden mengatakan kepada mereka bahwa dia lebih baik mati daripada menyetujuinya," tambahnya.

Serangan fajar serupa terjadi di seluruh ibu kota Naypyidaw, menahan para pemimpin sipil.

Win Myint, yang merupakan sekutu lama Suu Kyi, menghadapi serangkaian tuduhan, termasuk hasutan.

Junta, yang secara resmi dikenal sebagai Dewan Administrasi Negara, telah mengancam membubarkan partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Suu Kyi dan terus melancarkan kampanye berdarah melawan penentang kekuasaannya.

Win Myint dan Suu Kyi tidak akan memanggil saksi pembela dalam persidangan penghasutan mereka, kata pengacara mereka, pekan lalu.

Suu Kyi dijadwalkan bersaksi untuk pertama kalinya, akhir bulan ini.

Myanmar telah berada dalam kekacauan sejak kudeta dengan protes besar, bentrokan baru antara militer dan tentara pemberontak etnik di daerah perbatasan, dan ekonomi yang terjun bebas.

Pemimpin Junta Min Aung Hlaing telah membenarkan perebutan kekuasaannya dengan mengutip dugaan kecurangan pemilu dalam pemilihan November yang dimenangkan NLD.

Militer telah menindak secara brutal perbedaan pendapat, menembak pengunjuk rasa, menangkap tersangka pembangkang dalam penggerebekan malam, menutup outlet berita, dan menangkap wartawan.

Lebih dari 1.000 warga sipil telah tewas, menurut kelompok pemantau lokal. (Straitstimes/OL-1)

Baca Juga

Dok. Biro Pers Sekretarian Presiden

Presiden: Indonesia-Malaysia akan Perkuat Kerja Sama 

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 18 Oktober 2021, 22:26 WIB
“Indonesia dan Malaysia akan terus meningkatkan kerja sama. Tidak saja untuk kepentingan bilateral kita namun juga untuk perdamaian...
breakinglatest.news

Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok Terhambat Pasokan Listrik

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 22:25 WIB
Krisis listrik dan terhambatnya pasokan telah memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi...
AFP/-.

Serangan Koalisi Saudi Tewaskan 1.100 Pemberontak Yaman dalam Sepekan

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 22:00 WIB
Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Senin, pemimpin pemberontak Abdelmalek al-Huthi menyerukan pertempuran...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya