Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
PRANCIS mengumumkan pada Rabu (6/10) bahwa mereka akan mengembalikan duta besarnya untuk Australia. Itu mengakhiri protes diplomatik selama berminggu-minggu atas keputusan Canberra yang membatalkan kontrak kapal selam.
Paris menarik utusannya pada 17 September 2021 dan marah atas keputusan Australia yang memutus kontrak pertahanan penting senilai sekitar US$65 miliar demi tawaran AS.
Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian mengatakan kepada parlemen bahwa duta besar sekarang akan kembali ke Canberra dengan "dua tujuan".
Dia mengatakan utusan Jean-Pierre Thebault akan menentukan hubungan Prancis dengan Australia di masa depan dan dengan tegas membela kepentingan Prancis saat kedua pihak merundingkan penyelesaian.
Karena kontrak untuk 12 kapal selam serang Prancis telah ditandatangani, kesepakatan pemutusan itu dapat merugikan Australia ratusan juta dolar.
Rencana kembalinya duta besar tersebut disambut baik oleh pemerintah Australia.
"Jelas kedua negara, Prancis dan Australia, memiliki sejumlah kepentingan bersama, terutama dalam kerja sama kita di kawasan. Jadi, mari berharap kita bisa mengembalikan hubungan itu ke jalurnya," kata Bendahara Josh Frydenberg kepada televisi Channel 9.
Presiden Prancis Emmanuel Macron geram terhadap pengumuman Australia pada 15 September 2021 bahwa mereka secara diam-diam telah menyusun kesepakatan kapal selam bertenaga nuklir baru dengan Amerika Serikat dan Inggris.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian menuduh Australia menikam dari belakang dan Amerika Serikat berkhianat.
Paris kemudian menarik utusannya untuk Australia dan Amerika Serikat atas kehebohan itu.
Tetapi Macron kemudian memerintahkan duta besar untuk Washington untuk kembali ke jabatannya setelah berbicara dengan Presiden AS Joe Biden melalui sambungan telepon. Pembicaraan tersebut membantu meredakan ketegangan.
Prancis, bagaimanapun, menjelaskan bahwa tidak terburu-buru untuk memperbaiki hubungan dengan Australia, dan mempertahankan utusannya untuk Canberra di Paris.
Kemarahan Prancis tidak hanya berasal dari kerugian finansial dari kesepakatan kapal selam tetapi juga hancurnya aliansi dengan Australia yang dilihatnya sebagai landasan strategi keamanan Indo-Pasifiknya. (AFP/Nur/OL-09)
Pada Jumat (27/2) belum ada permintaan resmi yang bisa dijadikan dasar pengambilan keputusan.
Dubes Iran di Jakarta tegaskan Ali Khamenei telah memfatwakan nuklir itu haram. Ia menyebut tuduhan senjata nuklir hanyalah dalih AS-Israel untuk melakukan pembunuhan.
Iran tunjuk badan pemerintahan sementara beranggotakan 3 orang pasca wafatnya Ali Khamenei. Di saat bersamaan, AS siapkan operasi militer 100 hari ke Teheran.
Amerika Serikat pertimbangkan operasi militer hingga 100 hari terhadap Iran. Pentagon tambah personel intelijen di tengah eskalasi konflik yang meluas.
Pengalaman masa lalu menunjukkan bahwa setiap proses perundingan dengan Amerika Serikat berakhir dengan pelanggaran kesepakatan atau bahkan serangan militer terhadap Iran.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth selidiki serangan udara di Sekolah Shajareh Tayyebeh, Iran yang tewaskan 168 siswi. Iran tuduh AS-Israel sebagai pelaku.
PM Anthony Albanese kerahkan aset militer ke Timur Tengah demi evakuasi warga Australia yang terjebak disrupsi perjalanan akibat konflik bersenjata.
Uji laboratorium menunjukkan bahwa dalam jumlah sangat kecil sekalipun, Latrunculin A mampu membunuh brine shrimp (udang air asin).
BPS melaporkan nilai impor Indonesia Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, naik 18,21% yoy, didorong kenaikan impor migas dan non-migas terutama bahan baku dan barang modal.
Hangtuah Jakarta melakukan kunjungan strategis ke markas tim tersukses di Liga Basket Australia (NBL), Perth Wildcats
MENTERI Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto melakukan dialog strategis bersama 84 akademisi diaspora Indonesia di Australia.
Studi terbaru di Kepulauan Neptune, Australia Selatan, mengungkap hiu putih dapat menghilang hingga 92 hari tanpa kehadiran paus pembunuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved