Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Catalan di pengasingan Carles Puigdemont, yang ditangkap di Italia atas permintaan Spanyol terkait referendum kemerdekaan yang dituding Madrid ilegal, Jumat (24/9), dibebaskan dari penjara.
Puidemont, anggota Parlemen Eropa yang melarikan diri dari Spanyol selepas referendum pada 2017, keluar dari penjara di Kota Sassari disambut para pendukungnya.
Pria berusia 58 tahun, yang ditahan selama semalam setelah ditahan pada Kamis (23/9), kini bebas meninggalkan Italia namun harus kembali untuk mengikuti sidang, Oktober mendatang.
Baca juga: Ponsel Lima Menteri Prancis Terinfeksi Malware Pegasus
"Kami tahu hal ini akan terjadi namun kami juga tahu hasilnya akan seperti apa," ujar Puigdemont.
"Yang terjadi adalah Spanyol kembali mempermalukan dirinya sendiri," lanjutnya,
Pengadilan di Sassari akan memeriksa permintaan ekstradisi Puigdemont ke Spanyol pada 4 Oktober mendatang.
Kuasa hukum Puigdemont, Agostinangelo Marras menegaskan tidak ada dasar atas penangkapan atau ekstradisi kliennya yang selama ini bermukim di Brussels.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Jumat (24/9), mengaku menghormati hukum Italia namun menegaskan Puigdemont harus segera diadili. (AFP/OL-1)
Albares juga menuntut agar Hizbullah berhenti menembakkan roket ke Israel.
Sanchez kembali mengkritik serangan AS dan Israel terhadap Iran menggambarkannya sebagai kesalahan luar biasa.
PM Spanyol Pedro Sanchez tegaskan tidak akan terlibat serangan ke Iran dan melarang penggunaan pangkalan militer oleh AS meski diancam embargo perdagangan oleh Trump.
Presiden Macron nyatakan solidaritas untuk Spanyol setelah Trump ancam putus perdagangan akibat penolakan penggunaan pangkalan militer untuk serangan ke Iran.
Membedah dinamika hubungan unik Spanyol dan Iran di tahun 2026. Dari penolakan penggunaan pangkalan militer hingga ketergantungan ekonomi yang pragmatis.
KETEGANGAN diplomatik memanas setelah Spanyol secara terbuka menolak serangan AS-Israel terhadap Iran dan menantang ancaman dagang dari Presiden AS Donald Trump.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved