Selasa 21 September 2021, 11:26 WIB

Di Pertemuan IAEA, Menlu Serukan Penggunaan Nuklir untuk Tujuan Damai

Nur Aivanni | Internasional
Di Pertemuan IAEA, Menlu Serukan Penggunaan Nuklir untuk Tujuan Damai

medcom.id
Ilustrasi nuklir

 

MENTERI Luar Negeri RI Retno Marsudi menyerukan penggunaan nuklir untuk tujuan damai dalam pertemuan General Conference ke-65 Badan Energi Atom Dunia (International Atomic Energy Agency/IAEA) yang dilangsungkan secara virtual, Senin (20/9).

Tidak dapat dipungkiri, nuklir memang dapat menjadi senjata yang mengerikan. Saat ini, dunia masih belum sepenuhnya terbebas dari ancaman senjata nuklir dan perlombaan senjata nuklir masih terus terjadi.

Namun pada saat yang sama, nuklir juga dapat digunakan untuk tujuan-tujuan yang bermanfaat bagi umat manusia. Untuk itu, tiga aspek penting harus dipastikan yaitu keselamatan (safety), keamanan (security) dan perlindungan (safeguards) nuklir.

"Kita harus terus mendorong penggunaan nuklir untuk tujuan damai," kata Menlu Retno dalam pernyataannya, seperti dikutip dari laman kemlu.go.id, Selasa (21/9).

Salah satu aplikasinya adalah penggunaan teknologi nuklir untuk mengembangkan varietas padi yang unggul. Sejak 2013, Indonesia yang diwakili oleh Kelompok Peneliti Pemuliaan Tanaman Pangan (PAIR) bekerja sama dengan IAEA dan Badan Pangan Dunia (FAO) telah mengembangkan 23 varietas padi baru.

Kiprah Indonesia tersebut diapresiasi oleh dunia internasional sehingga mendapatkan penghargaan FAO/IAEA Outstanding Achievement Award sebanyak dua kali, yaitu di 2014 dan 2021.

"Kami merasa terhormat memperoleh FAO/IAEA Outstanding Achievement Award. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan terhadap dampak sosial ekonomi dari kolaborasi yang kami lakukan dan bukti kontribusi nuklir terhadap pembangunan berkelanjutan," ucap Retno.

Baca juga: Korut: Kesepakatan Kapal Selam AS Picu Perlombaan Senjata Nuklir'

Selain itu, teknologi nuklir juga dapat berperan dalam upaya mengatasi pandemi, yaitu untuk mendeteksi varian virus baru dan mencegah terjadinya pandemi di masa depan.

Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung IAEA dalam meningkatkan kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir negara-negara berkembang melalui kerja sama teknis yang inklusif, termasuk melalui Kerja Sama Selatan-Selatan.

"Mari kita lanjutkan kerja kolektif untuk 'mempercepat dan memperluas kontribusi energi atom bagi perdamaian, kesehatan, dan kemakmuran' sebagaimana yang tercantum dalam Piagam IAEA," ungkapnya.

General Conference (GC) ke-65 IAEA berlangsung pada 20-24 September 2021. GC merupakan konferensi tahunan di Markas PBB Wina sejak tahun 1956 yang diselenggarakan bagi negara-negara anggota IAEA untuk menentukan arah kebijakan IAEA dalam menjamin penggunaan energi dan teknologi nuklir semata-mata untuk tujuan damai.(OL-5)

Baca Juga

Biro Pers Setpres

Presiden Sesali Rivalitas Antarnegara di Masa Pandemi

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 23:32 WIB
Jokowi menyebut ada sejumlah negara yang justru menjalankan agenda yang memicu...
AFP/Ahmad Gharabli.

Israel Bubarkan Festival Palestina yang Didukung UNDP

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 21:39 WIB
Festival tiga hari yang dijadwalkan di Rumah Abraham untuk peziarah agama dengan pertunjukan oleh kelompok seni...
AFP/Abbas Momani.

Jerman Prihatin Israel Cap Kelompok Sipil Palestina sebagai Teroris

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 21:17 WIB
Penempatan kelompok itu dalam daftar teror akan memiliki implikasi politik, hukum, dan keuangan yang luas bagi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya