Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
FILIPINA akan membuka kembali hingga 120 sekolah untuk kelas tatap muka. Pembukaan kembali sekolah tersebut adalah pertama kalinya sejak dimulainya pandemi virus korona.
Sementara hampir setiap negara di dunia telah membuka kembali sebagian atau seluruhnya sekolah untuk pelajaran tatap muka, Filipina menutupnya sejak Maret 2020.
Baca juga: Auckland Perpanjang Karantina Wilayah Akibat Covid-19
"Kami harus melakukan uji coba (kelas) tatap muka karena ini bukan hanya masalah pendidikan, ini masalah kesehatan mental anak-anak," kata Juru Bicara Kepresidenan Harry Roque kepada wartawan.
"Ini juga masalah ekonomi karena kita mungkin kehilangan satu generasi jika kita tidak memiliki (kelas) tatap muka," jelasnya.
Di bawah pedoman yang disetujui oleh Duterte pada Senin, hingga seratus sekolah umum di daerah yang dianggap "berisiko minimal" untuk penularan virus akan diizinkan untuk mengambil bagian dalam uji coba selama dua bulan. Dua puluh sekolah swasta juga bisa berpartisipasi.
Ruang kelas akan terbuka untuk anak-anak di taman kanak-kanak hingga kelas tiga, dan sekolah menengah atas, tetapi jumlah siswa dan jam belajar dalam kelas tatap muka akan dibatasi.
Sekolah yang ingin ambil bagian akan dinilai kesiapannya dan perlu persetujuan dari pemerintah daerah untuk dibuka kembali. Persetujuan tertulis dari orang tua juga akan diperlukan.
Duterte menolak usulan sebelumnya untuk percontohan pembukaan kembali sekolah karena khawatir anak-anak dapat tertular covid-19 dan menginfeksi keluarganya yang lanjut usia.
Tetapi ada seruan yang meningkat dari dana anak-anak PBB dan banyak guru untuk kembali belajar secara langsung di tengah kekhawatiran penutupan yang berkepanjangan memperburuk krisis pendidikan di negara itu.
Tidak jelas kapan uji coba akan dimulai atau sekolah mana yang akan dimasukkan dalam uji coba tersebut.
Program "pembelajaran campuran", yang melibatkan kelas daring, materi cetak dan pelajaran yang disiarkan di televisi dan media sosial, akan terus berlanjut. (AFP/OL-6)
SEKRETARIS Jenderal Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Dudung Abdul Qodir mengapresiasi keputusan pemerintah untuk tetap menerapkan pembelajaran tatap muka.
KEPUTUSAN pemerintah membatalkan rencana pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada April 2026 dinilai sebagai langkah tepat di tengah kekhawatiran penurunan kualitas pendidikan.
KETUA Bidang Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri mengatakan bahwa keputusan pemerintah tetap memberlakukan sekolah tatap muka sudah tepat. Namun, kegiatannya harus berkualitas.
“Dalam situasi seperti ini, keselamatan adalah prioritas utama. Kewajiban kita memastikan seluruh masyarakat berada dalam kondisi aman,”
Unpad EdEx juga telah meresmikan kerja sama perdana dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney yang merupakan BUMN Holding Industri Aviasi dan Pariwisata Indonesia.
DINAS Pendidikan Kota Depok, Jawa Barat (Jabar) mengabaikan Instruksi Wali Kota Nomor 12 Tahun 2023 tentang pengendalian pencemaran udara dengan tidak menerapkan PJJ.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved