Kamis 29 Juli 2021, 23:55 WIB

Kerala Umumkan Karantina saat Kasus Harian di India Menurun

Mediaindonesia.com | Internasional
Kerala Umumkan Karantina saat Kasus Harian di India Menurun

AFP/Manjunath Kiran
Ilustrasi

 

Negara bagian Kerala di India selatan pada Kamis (29/7) mengumumkan lockdown dua hari untuk menahan laju penyebaran COVID-19 dan pihak berwenang federal berencana mengirim ahli ke sana untuk membantu.

Kasus harian di India telah menurun setelah mengalami gelombang kedua yang dahsyat dan membuat sistem kesehatan kewalahan. Upaya vaksinasi juga semakin meningkat.

Namun, para ahli telah memperingatkan pihak berwenang untuk tidak terburu-buru membuka kota-kota.

Kerala, dengan kasus aktif mencapai 154.000-an, menyumbang 37,1 persen pada total kasus aktif di India.

Tingkat positivitas kasus yang menunjukkan kecepatan penyebaran virus kini menjadi yang tertinggi di negara itu.

"Pembatasan ketat yang diintensifkan secara khusus sedang diterapkan di daerah-daerah dengan tingkat positivitas tes yang tinggi," kata dinas bencana negara bagian itu dalam sebuah pernyataan.

Selama empat pekan terakhir, tujuh dari 14 distrik di Kerala melaporkan tren kasus baru infeksi harian yang meningkat, menurut data pemerintah yang dirilis awal pekan ini.

Pada Kamis (29/7), pemerintah federal mengatakan mereka mengirim enam ahli untuk memonitor daerah-daerah terparah di Kerala dan bekerja dengan otoritas setempat untuk menyusun strategi mengatasi wabah.

Pemerintah pusat India telah menyerahkan keputusan lockdown dan pembukaan kembali kepada otoritas negara bagian.

Kebijakan itu membuat tanggap darurat menjadi tidak merata, yang menurut para ahli telah menyebabkan munculnya daerah-daerah berisiko baru, bahkan ketika jumlah infeksi menurun di episentrum sebelumnya.

India pada Kamis mencatat 43.509 kasus baru virus corona dalam 24 jam sebelumnya, sehingga totalnya mencapai 31,53 juta, meski para ahli yakin angka sebenarnya bisa lebih tinggi.

Angka total itu menjadi yang kedua terbanyak di dunia setelah Amerika Serikat.

Maharashtra di bagian barat, pusat industri India, menjadi negara bagian kedua yang paling terdampak, dengan kontribusi 20 persen dari total kasus, menurut data resmi.

Maharashtra, negara bagian paling terhantam oleh gelombang kedua yang dahsyat, telah mencabut pembatasan lockdown bulan lalu untuk memulihkan ekonomi.

Tingkat reproduksi (R value) virus corona di India mencapai puncak pada 24 Juli untuk pertama kalinya sejak Mei ketika jumlah infeksi harian mencapai hampir 400.000, sehingga meningkatkan risiko penularan yang lebih cepat.

"Angka (R value) diperkirakan akan naik saat kita membuka kembali negara ini," kata Bhramar Mukherjee, profesor epidemiologi di Universitas Michigan, lewat Twitter.

"Apa yang terjadi setelah ini tergantung pada publik dan pembuat kebijakan." (Ant/OL-12)

Baca Juga

AFP

Beberapa Orang Tewas Saat Ledakan Guncang Jalalabad dan Kabul

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 19 September 2021, 13:17 WIB
Kantor-kantor berita yang mengutip saksi dan sumber keamanan mengatakan korban jiwa terjadi selama setidaknya empat ledakan di ibu kota...
AFP/Ahmad Gharabli.

Israel Tangkap kembali Dua Buronan Palestina yang Terakhir

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 19 September 2021, 13:12 WIB
Para narapidana, yang ditahan karena serangan terhadap negara Yahudi, menjadi pahlawan di antara banyak orang...
AFP-Inspiration4

Selesaikan Misi Bersejarah, Empat Turis SpaceX Berhasil Mendarat di Bumi

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 19 September 2021, 10:42 WIB
Kapsul SpaceX Dragon diperlambat oleh empat parasut besar sebelum jatuh ke Samudra Atlantik di lepas pantai Florida pada pukul 19:06 waktu...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

AS, Inggris, dan Australia Umumkan Pakta Pertahanan Baru

 Aliansi baru dari tiga kekuatan tersebut tampaknya berusaha untuk melawan Tiongkok dan melawan kekuatan militernya di Indo-Pasifik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya