Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
TIONGKOK menolak rencana Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk melakukan penyelidikan tahap kedua terkait asal-usul virus korona. Penyelidikan mencakup hipotesis bahwa virus tersebut bisa lolos dari laboratorium di Tiongkok.
Pada bulan ini, WHO mengusulkan studi fase kedua tentang asal-usul covid-19 di Tiongkok. Termasuk, audit laboratorium dan pasar di kota Wuhan. Lembaga internasional juga menyerukan transparansi dari otoritas berwenang di Tiongkok.
“Kami tidak akan menerima rencana penelusuran asal seperti itu. Dalam beberapa aspek, mengabaikan akal sehat dan bertentangan dengan sains,” ujar Wakil Menteri Komisi Kesehatan Nasional (NHC) Zeng Yixin kepada wartawan, Kamis (22/7).
Baca juga: WHO Minta Negara Kaya Sumbang Vaksin Covid-19 di Amerika Tengah
Pihaknya pun terkejut ketika pertama kali membaca rencana WHO. Sebab, mencantumkan hipotesis terkait pelanggaran protokol laboratorium Tiongkok, yang disebut menyebabkan kebocoran virus selama penelitian.
Sebelumnya, pada Juli lalu, pemimpin WHO mengatakan bahwa penyelidikan asal-usul covid-19 di Tiongkok terhambat minimnya data mentah pada hari-hari pertama penyebaran virus di wilayah tersebut.
Namun, Zeng menegaskan kembali posisi Tiongkok, bahwa beberapa data tidak dapat dibagikan sepenuhnya karena masalah kerahasiaan negara. “Kami berharap WHO secara serius meninjau pertimbangan dan saran yang dibuat para ahli Tiongkok. Serta, menyingkirkan campur tangan politik,” pungkas Zeng.
Baca juga: Tiongkok Bagikan 500 Juta Dosis Vaksin Covid-19 ke Seluruh Dunia
Pemerintah Tiongkok dikatakannya menentang politisasi penelitian tersebut. Adapun kasus pertama covid-19 muncul di Kota Wuhan, Tiongkok, pada Desember 2019. Virus itu diyakini sudah menular ke manusia dari hewan yang dijual untuk makanan di pasar kota.
Pada Mei lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memerintahkan jajarannya untuk menemukan jawaban atas pertanyaan asal-usul covid-19. Serta, meminta badan intelijen AS untuk mengejar teori saingan yang berpotensi, termasuk kemungkinan kecelakaan laboratorium di Tiongkok.
Zeng, bersama pejabat pemerintahan dan pakar Tiongkok, turut mendesak WHO untuk memperluas upaya penelusuran asal-usul di luar Tiongkok, seperti ke negara lain. “Kami percaya kebocoran laboratorium sangat tidak mungkin. Tidak perlu menginvestasikan lebih banyak energi dan upaya dalam hal ini,” tegas ahli yang masuk tim gabungan WHO, Liang Wannian.(Straitstimes/OL-11)
SEBUAH penemuan luar biasa datang dari tim peneliti Rusia yang berhasil menghidupkan kembali tanaman berbunga asal Siberia, Silene stenophylla, dari biji yang telah terkubur 32 ribu tahun.
Ruang lingkup kerja sama antara lain mencakup pelaksanaan penelitian bersama dalam bidang lingkungan hidup dan transisi energi serta program pemagangan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan ITY.
Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.
Para ilmuwan dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, berhasil mendemonstrasikan bahwa kera besar memiliki kapasitas kognitif untuk "bermain pura-pura" (play pretend).
STUDI dari Spanyol melakukan sebuah penelitian untuk mencoba membantu diagnosis penyakit Alzheimer pada usia 50 tahun. Percobaan itu dilakukan dengan melakukan tes darah.
AHLI biologi dari Hebei University, Tiongkok, Ming Li bersama rekan-rekannya melakukan penelitian dan menemukan bahwa rambut bisa mendeteksi Parkinson
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved