Rabu 14 Juli 2021, 11:35 WIB

Lockdown di Sydney Diperpanjang Selama 2 Minggu

Nur Aivanni | Internasional
Lockdown di Sydney Diperpanjang Selama 2 Minggu

AFP/Brendon Thorne
Ilustrasi lockdown di Sydney

 

LIMA juta penduduk Sydney akan berada dalam penguncian akibat virus korona selama setidaknya dua minggu lagi. Hal itu disampaikan oleh Perdana Menteri Negara Bagian New South Wales Gladys Berejiklian pada Rabu.

Kota terbesar di Australia itu sudah memasuki pekan ketiga dari penguncian sebagian dan berjuang untuk mengendalikan wabah varian Delta yang menyebar dengan cepat. Dalam 24 jam terakhir, tercatat 97 kasus baru, lebih banyak dari 89 kasus yang dilaporkan pada hari sebelumnya.

Australia dipuji secara luas karena penanganan awal pandemi. Tetapi peluncuran vaksin yang sangat lambat membuat kurang dari 10% populasinya terlindungi.

"Selalu menyakitkan untuk mengatakan ini, tetapi kita perlu memperpanjang penguncian, setidaknya dua minggu lagi," kata Berejiklian, perdana menteri negara bagian New South Wales, di mana Sydney adalah ibu kotanya.

Di bawah strategi "nol covid" Australia, pihak berwenang berusaha untuk membasmi penularan di tengah masyarakat sepenuhnya. Penguncian di Sydney akan berakhir pada 16 Juli, tetapi tanggal itu sekarang telah diundur hingga 30 Juli.

"Saya menghargai orang-orang yang stres dan kesal dengan apa yang terjadi, termasuk saya sendiri," ucap Berejiklian.

"Tak satu pun dari kita ingin berada dalam situasi ini. Tapi itu adalah tugas kita untuk menjaga masyarakat tetap aman," tambahnya.

Baca juga: Sydney Dikunci, Australia Laporkan Kenaikan Terbesar di 2021

Sebagian besar penduduk Sydney diizinkan meninggalkan rumah untuk berolahraga, berbelanja kebutuhan pokok, bekerja atau untuk alasan kesehatan, tetapi sekolah ditutup dan orang-orang diminta untuk tetap tinggal di rumah.

Pihak berwenang telah menolak seruan agar diberlakukan penguncian yang lebih ketat, dengan kritik yang menunjukkan bahwa aturan "pekerjaan yang penting" memungkinkan toko seperti Ikea dan Louis Vuitton tetap buka.

"Saya menghargai ada banyak pendapat di luar sana, tetapi ketahuilah bahwa setiap keputusan yang kami ambil didasarkan pada saran ahli kesehatan," ungkap Berejiklian.

Perbatasan internasional Australia sebagian besar telah ditutup sejak Maret 2020, dan diperkirakan tidak akan dibuka sebelum akhir tahun. Sejak pandemi dimulai, Australia telah mencatat lebih dari 31.000 kasus virus korona dan 912 kematian dalam populasi 25 juta.(AFP/OL-5)

Baca Juga

AFP/Mohammed Abed.

Israel akan Tambah 3.000 Izin lagi bagi Pedagang Gaza

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 22:26 WIB
Badan Kementerian Pertahanan Israel yang bertanggung jawab untuk urusan sipil di wilayah Palestina, COGAT, mengatakan jumlah izin pedagang...
AFP/Khalil Mazraawi.

Didera Isu Korupsi, Ikhwanul Muslimin bakal Terpecah Menjadi Dua?

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 21:49 WIB
Mounir menunjuk Osama Suleiman dan Sohaib Abdel-Maqsoud yang berbasis di London sebagai juru bicara kelompok...
AFP/Joseph Prezioso.

Bulan Depan, AS Suntik Vaksin Covid-19 kepada Anak Usia 5-11

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Oktober 2021, 21:21 WIB
Tim ahli CDC akan bertemu pada 2-3 November mendatang. Badan tersebut diharapkan untuk membuat rekomendasi segera...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menolakkan Ancaman Kemiskinan Ekstrem

Pemerintah perlu memastikan seluruh program penanggulangan kemiskinan ekstrem diterima rumah tangga miskin ekstrem yang ada di wilayah prioritas.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya