Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
LEBIH dari 4 juta orang telah meninggal dunia akibat covid-19. Hal itu diungkapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat sejumlah negara kaya bersiap melonggarkan pembatasan meski negara-negara di Asia mengalami lonjakan kasus covid-19.
Jutaan orang menghadapi ancaman lockdown baru di Asia dengan Indonesia menjadi titik panas baru dengan angka kematian berlipat ganda dalam tempo satu bulan dengan mencapai titik tertinggi 1.040 pada Rabu (7/7).
"Dunia berada di titik yang berbahaya dalam pandemi ini," ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sembari menggarisbawahi bahwa angka 4 juta itu jauh lebih rendah dibandingkan angka sebenarnya.
Baca juga: Inggris Lacak Genom untuk Bantu Identifikasi Varian Baru Covid-19
Tedros kemudian mengecam negara-negara kaya yang menimbun vaksin dan APD serta menuding mereka bertingkah layaknya pandemi sudah usai dengan rencana melonggarkan pembatasan.
Selain di Indonesia, lonjakan kasus baru juga memicu lockdown di Ho Chi Minh City, Vietnam dan Yangon, Myanmar.
Adapun Sydney, Australia, telah menjalani lockdown selama dua pekan setelah ditemukan 27 kasus baru covid-19. (AFP/OL-1)
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Virus Nipah adalah virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Selain melalui kontak langsung dengan hewan, virus ini juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.
Prof. Tjandra Yoga Aditama ingatkan kewaspadaan terhadap Flu Burung, MERS-CoV, Super Flu, & Virus Nipah. Simak risiko dan data terbaru WHO 2026 di sini.
Mengonsumsi ikan akan memberi energi, protein dan berbagai jenis nutrien yang penting bagi kesehatan.
Tiga tinjauan Cochrane yang ditugaskan WHO mengungkap potensi besar obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, namun pakar peringatkan risiko jangka panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved