Kamis 24 Juni 2021, 20:25 WIB

Warga Hong Kong Antre Beli Edisi Terakhir Apple Daily

Henry Hokianto | Internasional
Warga Hong Kong Antre Beli Edisi Terakhir Apple Daily

AFP/Anthony Wallace.
Pendukung Apple Daily.

 

PARA warga Hong Kong mengantre pada Kamis (24/6) untuk edisi terakhir dari tabloid pro demokrasi Apple Daily setelah ditutup paksa di bawah undang-undang keamanan nasional baru. Ini mengakhiri 26 tahun perjalanan koran itu melawan para pemimpin otoriter Tiongkok.

Penghentian tiba-tiba koran populer merupakan hantaman keras bagi kebebasan Hong Kong dan memperdalam kegelisahan mengenai pusat keuangan internasional tersebut tetap dapat menjadi pusat media atau tidak ketika Tiongkok berusaha untuk membasmi perbedaan pendapat.
 
Ratusan orang dari kelas pekerja di distrik Mongkok mengantre hingga kamis dini hari untuk mendapatkan edisi terakhir. Beberapa juga meneriakkan, "Apple Daily, kita akan bertemu lagi!" Seorang wanita dengan nama Candy kepada AFP mengatakan, "Itu sangat mengejutkan. Dalam dua minggu, pemerintah bisa menggunakan undang-undang keamanan nasional ini untuk membongkar perusahaan yang terdaftar."

Beberapa jam kemudian, para pedagang mulai melakukan perdagangan yang ramai dengan para komuter di Central, pusat keuangan kota. "Itu sangat tiba-tiba," ujar seorang pelajar bernama Tim kepada AFP. "Saya pikir Hong Kong telah memasuki masa kegelapan."

Tiongkok mengaplikasikan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong pada tahun lalu setelah kota itu diguncang oleh protes demokrasi yang besar dan sering disertai kekerasan pada 2019. Penuntutan Apple Daily dipicu oleh artikel dan kolom yang diduga mendukung sanksi internasional terhadap Tiongkok, pandangan yang sekarang dianggap ilegal.

Pemilik Jimmy Lai, kepala editor Ryan Law, dan CEO Cheung Kim-hung telah didakwa berkolusi dengan pasukan asing untuk merusak keamanan nasional Tiongkok dan ditahan. Pada Rabu lalu, Yeung Ching-Kee, salah satu kolumnis papan atas ditangkap dengan tuduhan yang sama.

 

Sejumlah perusahaan media lokal maupun internasional mempertanyakan masa depan mereka di Hong Kong. Beberapa media internasional juga memiliki kantor pusat yang terletak di Hong Kong. Mereka tertarik dengan regulasi bisnis yang ramah dan ketentuan kebebasan berbicara yang tertulis dalam konstitusi. (OL-14

 

Baca Juga

ilustrasi

Lima Pemain Bola Tewas Dalam Ledakan Bus di Somalia

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Juli 2021, 23:30 WIB
Sedikitnya lima pemain tewas dalam ledakan yang terjadi di sebuah bus pengangkut salah satu tim sepak bola Somalia di Kismayo pada Jumat...
ft.com

Longgarkan Pembatasan, Jerman Hapus Beberapa Negara Afrika dari Daftar

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Juli 2021, 23:22 WIB
Jerman menghapus Afrika Selatan dan delapan negara Afrika lainnya dari daftar wilayah yang disebut 'varian...
AFP/Maya Alleruzzo.

Presiden Israel Peroleh Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 Juli 2021, 21:23 WIB
Israel dengan cepat meluncurkan kampanye vaksinasi dan telah membatalkan banyak pembatasan pertemuan publik pada...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencari Abdi Negara di Tengah Pandemi

Jumlah pelamar di bawah perkiraan 5 juta orang dan menurun ketimbang perekrutan sebelumnya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya