Kamis 17 Juni 2021, 00:19 WIB

Taj Mahal Kembali Dibuka untuk Revitalisasi Ekonomi

Mediaindonesia.com | Internasional
Taj Mahal Kembali Dibuka untuk Revitalisasi Ekonomi

AFP/Money Sharma/Bro
Taj Mahal, India

 

Taj Mahal yang ikonik di India dibuka kembali untuk umum pada Rabu (16/6) ketika negara itu, yang masih belum pulih dari gelombang kedua pandemi COVID-19, bergegas untuk mencabut pembatasan dalam upaya untuk merevitalisasi ekonominya.

Monumen abad ke-17, yang dibangun oleh kaisar Mughal Shah Jahan di kota utara Agra itu, ditutup pada awal April ketika India memberlakukan tindakan penguncian yang ketat dalam upaya menahan lonjakan kasus COVID-19 yang masih membunuh ribuan orang setiap hari.

Hanya 650 wisatawan yang diizinkan masuk ke dalam bangunan Taj Mahal kapan saja, kata Prabhu Singh, Hakim Distrik Agra.

Monumen marmer putih itu biasanya menarik 7 hingga 8 juta pengunjung setiap tahun, atau rata-rata lebih dari 20.000 orang per hari.

Negara bagian Uttar Pradesh, tempat kota Agra berada, melaporkan 270 kasus baru COVID-19 dalam semalam dan 56 kematian. Uttar Pradesh adalah salah satu negara bagian tersulit di India dalam hal total kasus COVID-19.

Monumen-monumen lain yang dilindungi federal, termasuk Benteng Merah New Delhi dan Qutub Minar, juga dibuka kembali untuk turis pada Rabu.

Pembukaan monumen untuk para turis itu dilakukan bahkan ketika negara berpenduduk terbesar kedua di dunia itu masih berstatus sangat waspada atas kenaikan angka kerumunan di kota-kota besar yang mengancam akan memicu lonjakan lain kasus infeksi korona.

Media India melaporkan kemacetan lalu lintas dan lonjakan wisatawan pekan ini ke arah stasiun bukit utara Shimla, yang terkenal dengan pemandangan indah puncak Himalaya yang tertutup salju. Kondisi itu semakin meningkatkan kekhawatiran tentang penyebaran virus corona.

Kementerian kesehatan India pada Rabu melaporkan 62.224 kasus baru COVID-19 dalam semalam, sedikit lebih tinggi dari angka kasus pada hari sebelumnya tetapi masih jauh di bawah jumlah kasus saat puncak pandemi pada Mei yang mencatat lebih dari 400.000 kasus infeksi harian.

Total kasus COVID-19 negara Asia Selatan itu sekarang mencapai 29,63 juta, sementara total kematian akibat infeksi virus corona mencapai 379.573 jiwa. India mencatat tambahan korban jiwa akibat COVID-19 sebanyak 2.542 semalam. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Medcom

Jadi Calo Ujian untuk Kekasih, Pria Senegal Ditangkap Polisi

👤Lidya Tannia Bangguna 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 10:29 WIB
Menurut kejaksaan, mahasiswa tersebut pindah ke pusat Kota Diourbel untuk mengikuti ujian sarjana muda milik pacarnya atas...
AFP/David Dee Delgado/Getty Images

New York Syaratkan Kartu Vaksin untuk Masuk Restoran dan Pusat Kebugaran

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 10:23 WIB
"Jika Anda telah divaksin, Anda memiliki kunci untuk membuka banyak pintu. Jika Anda tidak divaksin, sayangnya, Anda tidak bisa...
Ant/HO

Polisi Malaysia Periksa Anggota Parlemen yang Hadir Di Dataran Merdeka

👤Muhammad Fauzi 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 10:15 WIB
POLISI Diraja Malaysia (PDRM) memanggil sejumlah anggota parlemen untuk dimintai keterangannya, terkait kehadiran mereka di Dataran...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kenyang Janji dan Pasrah Menunggu Keajaiban

Sejak peristiwa gempa bumi disertai tsunami dan likuefaksi di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah hingga kini masih banyak warga terdampak bencana tinggal di hunian sementara.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya