Selasa 15 Juni 2021, 22:18 WIB

Para Aktivis Tuding Capres Favorit Iran Pelanggar HAM Berat

Mediaindonesia.com | Internasional
Para Aktivis Tuding Capres Favorit Iran Pelanggar HAM Berat

AFP/Atta Kenare.
Salah satu pendukung Ebrahim Raisi.

 

PARA aktivis menuding Ebrahim Raisi, favorit dalam pemilihan presiden Iran, telah menggunakan posisinya di peradilan untuk melakukan pelanggaran hak asasi manusia berat, termasuk eksekusi massal tahanan politik.

Mereka mengatakan Raisi--yang sekarang memiliki kemenangan di depan mata pada Jumat (18/6) setelah saingan konservatif didiskualifikasi dalam pemeriksaan--harus menghadapi keadilan internasional daripada memimpin negaranya.

Pada usia 60, ulama kelas menengah itu masih relatif muda untuk seorang tokoh yang menduduki posisi kunci berturut-turut. Kariernya dimulai segera setelah jatuhnya Syah dalam revolusi Islam pada 1979.

Pada usia 20 tahun, ia diangkat menjadi jaksa untuk distrik Karaj dan kemudian Provinsi Hamadan. Sebelum 1985 ia dipromosikan menjadi wakil jaksa Teheran.

Dalam peran inilah, para juru kampanye menuduh bahwa Raisi memainkan peran penting dalam eksekusi ribuan tahanan oposisi, kebanyakan tersangka anggota Organisasi Mujahidin Rakyat Iran (MEK) yang dilarang. Para aktivis mengatakan, dia bagian dari Komite Kematian beranggotakan empat orang yang mengirim narapidana ke kematian mereka tanpa sedikit pun proses hukum.

 

Raisi, yang dilihat oleh beberapa media Iran sebagai calon penerus pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, telah membantah keterlibatan pribadi dalam pembunuhan pada 1988 itu. Tetapi ia memuji keputusan untuk melanjutkan eksekusi.

Dia kemudian menjadi kepala jaksa Teheran pada 1989. Pada 2004, ia menjabat sebagai wakil kepala pengadilan, posisi yang dia pegang selama 10 tahun.

Sejak 2019, ia menjabat sebagai kepala kehakiman. "Satu-satunya tempat Raisi yakni di pengadilan, bukan kursi kepresidenan," kata Shadi Sadr, direktur eksekutif Justice for Iran berbasis di London yang berkampanye menentang impunitas atas kejahatan di Iran.

 

"Fakta bahwa dia saat ini ialah kepala peradilan dan mencalonkan diri sebagai presiden menunjukkan tingkat impunitas yang dinikmati para pelaku kejahatan keji di Republik Islam Iran," katanya. (AFP/OL-14)

Baca Juga

Antara

Presiden Sayangkan Sikap Myanmar yang Tolak Uluran Tangan ASEAN

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 20:55 WIB
"Kita sangat berharap demokrasi melalui proses yang inklusif dapat segera dipulihkan," ujar...
AFP/Fabrice Coffrini.

PBB Seru Israel Cabut Cap Teroris kepada Kelompok Sipil Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 20:54 WIB
Negara Yahudi itu mengatakan langkahnya pekan lalu karena dugaan pendanaan mereka terhadap Front Populer untuk Pembebasan Palestina...
AFP/Hector Retamal.

PBB: Asia Alami Rekor Tahun Terpanas pada 2020

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 20:36 WIB
Dalam laporan tahunan State Of The Climate In Asia, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB mengatakan setiap bagian dari kawasan itu telah...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya