Jumat 11 Juni 2021, 09:28 WIB

Belanda Lacak Rudal yang Jatuhkan Pesawat MH17

Lidya Tannia Bangguna | Internasional
Belanda Lacak Rudal yang Jatuhkan Pesawat MH17

AFP/Bulent KILIC
Pecahan pesawat Malaysia Airlines MH-17 yang ditembak jatuh terlihat di Desa Hrabove, Ukraina.

 

PENGADILAN Belanda, Kamis (10/6), mengatakan orang-orang yang dituduh terlibat dalam penembakan jatuh pesawat Malaysia Airlines MH17 di atas Ukraina timur, 2014 lalu, diketahui telah memindahkan peluncur rudal BUK itu kembali ke Rusia.

Hakim telah memeriksa rute yang diambil oleh sistem rudal darat-udara yang menghancurkan Boeing 777 pada 17 Juli 2014 lalu.

Tragedi ini menewaskan semua 298 orang di dalamnya, termasuk 196 warga negara Belanda.

Baca juga: Sri Lanka Selidiki Potensi Tumpahan Minyak di Pantai Barat

Penyelidik mengatakan peluncur rudal dikerahkan di dekat Kota Pervomayski, yang dikendalikan oleh separatis Ukraina.

Komunikasi yang disadap menunjukkan strategi pertahanan dengan cepat dirancang setelah pesawat itu ditembak jatuh, yang menurutnya telah ditabrak oleh jet tempur Ukraina, yang kemudian ditembak jatuh oleh rudal Rusia.

Warga negara Rusia Oleg Pulatov, Igor Girkin, dan Sergei Dubinsky, dan warga Ukraina Leonid Kharchenko didakwa melakukan pembunuhan setelah pesawat itu dijatuhkan dari langit dalam penerbangan rutin dari Amsterdam ke Kuala Lumpur.

Rudal itu diyakini berasal dari Brigade Rudal Antipesawat ke-53 tentara Rusia yang berbasis di Kursk, tidak jauh dari perbatasan dengan Ukraina.

Pulatov, satu-satunya terdakwa yang hadir di persidangan, mengatakan kepada pengacaranya bahwa referensi ke sistem "BUK" dalam percakapan yang disadap dimaksudkan untuk menipu pasukan musuh.

Hakim, Senin (7/6),mengatakan pengadilan akan melihat pada pekan ini pada bukti mengenai tiga pertanyaan kunci apakah Boeing 777 ditembak jatuh oleh rudal buatan Rusia; lokasi penembakan rudal; dan peran keempat tersangka dalam kecelakaan itu.

Jaksa dan pengacara pembela akan memiliki kesempatan mempresentasikan kasus mereka selama persidangan yang berlangsung hingga 9 Juli.

Kerabat para korban akan dapat berbicara di pengadilan pada bulan September mendatang. (AFP/OL-1)

Baca Juga

AFP/STR

Uni Eropa Jatuhkan Sanksi Baru pada Junta Myanmar

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 22 Juni 2021, 07:25 WIB
Penambahan terbaru itu membuat jumlah individu dan entitas yang dikenai sanksi oleh UE menjadi 35 orang sejak putaran pertama tindakan...
AFP

India Buka Vaksinasi Covid-19 Gratis untuk Orang Dewasa

👤Nur Aivanni 🕔Senin 21 Juni 2021, 23:36 WIB
Upaya vaksinasi di negara itu telah melambat secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir karena kekurangan...
AFP/Atta Kenare.

Raisi Tolak Bertemu Biden tapi Ingin Hubungan dengan Saudi

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 21 Juni 2021, 22:49 WIB
Raisi, seorang ulama ultrakonservatif yang mengepalai peradilan Iran, akan menggantikan Presiden moderat Hassan Rouhani pada...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jakarta sedang tidak Baik-Baik Saja

SEPEKAN ini warga Ibu Kota mengalami kecemasan akibat meningkatnya kembali kasus positif covid-19 secara signifikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya