Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Vaksin Covid-19 Munculkan Sembilan Miliarder Baru

Basuki Eka Purnama
20/5/2021 12:06
Vaksin Covid-19 Munculkan Sembilan Miliarder Baru
CEO Moderna Stephane Bancel, salah satu miliarder baru akibat produksi vaksin covid-19.(AFP/Ivan Couronne)

KEUNTUNGAN dari vaksin covid-19 mendongkrak setidaknya sembilan orang menjadi miliarder. Hal itu diungkapkan kelompok kampanye yang menyerukan dihentikannya monopoli oleh perusahaan farmasi terhadap teknologi vaksin.

"Dari sembilan miliarder itu mereka memiliki kekayaan total US$19,3 miliar (sekitar Rp277,6 triliun, cukup untuk membiayai vaksinasi bagi seluruh warga negara miskin di dunia sebanyak 1,3 kali," ungkap Aliansi Vaksin Rakyat dalam sebuah pernyataan resmi.

Aliansi, yang merupakan jaringan organisasi dan aktivis yang berjuang mengakhiri hak milik dan paten vaksin, mengatakan data kekayaan itu mereka dapatkan dari data Majalah Forbes.

Baca juga: Kartu Vaksinasi Palsu Beredar di California

"Miliarder-miliarder ini merupakan wajah dari keuntungan besar yang didapatkan perusahaan farmasi karena memonopoli vaksin covid-19,: ujar Anna Marriott dari Oxfam yang ambil bagian dalam aliansi itu.

Selain munculnya miliarder baru itu, delapan miliarder melihat kekayaan mereka naik sebesar US$32,2 miliar karena kampanye vaksinasi.

Memuncaki daftar miliarder baru yang muncul karena vaksin covid-19 adalah CEO Moderna Stephane Bancel dan CEO BioNTech Ugur Sahin.

Tiga miliarder baru lagi adalah pendiri perusahaan vaksin asal Tiongkok, CanSino Biologics.

Daftar miliarder vaksin itu dirilis menjelang KTT Kesehatan Global G20 pada Jumat (21/5) yang diramaikan oleh seruan untuk membekukan perlindungan hak kekayaan intelektual bagi vaksin covid-19.

Mereka yang menyerukan hal itu beralasan pembekuan perlindungan hak kekayaan intelektual vaksin covid-10 akan membuat negara berkembang bisa memproduksi vaksin sendiri dan memangkas kesenjangan akses vaksin.

Amerika Serikat, serta figur publik penting, seperti Paus Fransiskus, mendukung ide pembekuan sementara perlindungan paten vaksin. (AFP/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya