Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

PM Australia Bersikeras belum Buka Perbatasan karena Pandemi

Basuki Eka Purnama
18/5/2021 12:53
PM Australia Bersikeras belum Buka Perbatasan karena Pandemi
Perdana Menteri Australia Scott Morrison(AFP/William WEST)

PERDANA Menteri Australia Scott Morrison, Selasa (18/5), mengatakan masih belum aman untuk mengizinkan penduduk yang telah divaksin covid-19 secara penuh untuk bepergian ke luar negeri.

Keteguhan PM Australia untuk menutup perbatasan disampaikan saat kalangan industri negara itu, yang terpukul keras oleh tekanan pandemi,
meminta kembali perbatasan internasional dibuka lebih cepat.

"Saya memahami bahwa setiap orang ingin kembali ke masa yang pernah kita ketahui. Tetapi kenyataannya, tahun ini kita masih hidup dalam pandemi yang lebih buruk daripada tahun lalu," kata Morrison kepada wartawan.

Baca juga: Militer AS Tawarkan Vaksin Johnson & Johnson untuk Pasukan Korsel

Morrison mengatakan setiap rencana melonggarkan aturan perbatasan bagi para pelancong yang telah divaksin dapat dilaksanakan 'Hanya jika memang aman untuk melakukannya'.

Australia berencana membuka kembali perbatasannya dengan negara-negara lain mulai pertengahan 2022, bahkan ketika anggaran federal diumumkan minggu lalu dengan harapan negara itu sudah dapat memvaksinasi penuh hampir 26 juta penduduknya pada akhir tahun ini.

Maskapai-maskapai penerbangan, operator pariwisata, dan universitas, yang terguncang oleh dampak larangan perjalanan dan penutupan perbatasan telah mendesak pemerintah federal Australia untuk mempercepat pembukaan perbatasan.

"Kami tidak dapat menahan dampak (covid-19) selamanya. Virus itu akan membuat kita sakit tetapi tidak akan membuat kita dirawat di rumah sakit. Beberapa orang mungkin akan meninggal tetapi angka itu akan jauh lebih kecil daripada flu," kata bos maskapai penerbangan Virgin Australia, Jayne Hrdlicka, seperti dikutip media Australia, Selasa (18/5).

Morrison menggambarkan komentar Hrdlicka itu sebagai pernyataan yang tidak peka.

Pihak berwenang di New South Wales, negara bagian terpadat di Australia, mengatakan setidaknya 80% populasi orang dewasa harus divaksin penuh sebelum otoritas mempertimbangkan kebijakan bebas karantina bagi pelancong yang masuk.

Australia menutup perbatasan internasionalnya pada Maret 2020, yang sebagian besar ditujukan untuk nonwarga negara dan penduduk tetap.

Langkah itu diambil untuk membantu menjaga jumlah kasus covid-19 relatif rendah di negara itu, yang hanya memiliki jumlah covid-19 di bawah 30.000 kasus dan 910 kematian.

Meskipun program imunisasi nasional Australia gagal mencapai target awal soal jumlah dosis vaksin yang diberikan, para pejabat telah meningkatkan program vaksinasi melalui penyuntikan 1 juta dosis vaksin dalam 17 hari terakhir.

Sejauh ini, lebih dari 3,1 juta total suntikan vaksin telah diberikan di Australia. Angka itu jauh dari target 4 juta dosis yang dijanjikan, akhir Maret lalu. (Ant/OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya