Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
FACEBOOK, Rabu (21/4), menonaktifkan akun yang digunakan organisasi intelejen Otoritas Palestina (PA) untuk memata-matai wartawan, aktivis HAM, dan kelompok oposisi.
Dalam laporannya, Facebook mengaku telah mengidentifikasi dan menonkatifkan operasi espionase terhadap kelompok yang diyakini bermarkas di Gaza dan berafiliasi pada kelompok Hamas.
Laporan itu dirilis pada Rabu (21/4) menjelang pemilu legislatif Palestina pada bulan depan saat Otoritas Palestina dan Hamas berhadadapan untuk pertama kalinya dalam tempo 15 tahun.
Baca juga: Yordania Berusaha Cegah Warga Palestina Diusir Israel
Menurut Facebook, Badan Keamanan dan Pencegahan PA (PSS) menargetkan wartawan, orang yang menentang pemerintahan Fatah, aktivis HAM, dan kelompok militer yang ebrada di Tepi Barat, Gaza, dan Suriah.
Beroperasi dari Tepi Barat, operasi itu menggunakan malware yang disamarkan sebagai aplikasi percakapan aman untuk menembus perangkat Android dan mengumpulkan data yang mencakup catatan telepon,lokasi, kontak, dan pesan teks.
PSS juga menciptakan aplikasi palsu yang mengundang wartawan untuk mengirimkan artikel mengenai HAM.
Selain itu, badan intelejen itu juga membuat akun palsu yang mengaku sebagai perempuan muda untuk mendapatkan kepercayaan kelompok oposisi sehingga mereka mau mengunduh malware ganas. (AFP/OL-1)
Meta, perusahaan teknologi yang merupakan induk dari Facebook, dilaporkan tengah mempertimbangkan rencana pengurangan sekitar 20% dari total tenaga kerjanya.
FACEBOOK Marketplace meluncurkan fitur Meta AI baru, termasuk fitur yang secara otomatis membalas pesan dari pembeli yang berminat, demikian diumumkan Facebook pada hari Kamis.
Facebook adalah salah satu media sosial terbesar di dunia yang digunakan untuk berkomunikasi, berbagi informasi, dan membangun jaringan pertemanan secara online.
Menurut tangkapan layar yang dibagikan oleh Paluzzi, Meta akan memperingatkan pengguna bahwa jika mereka keluar dari daftar Teman Dekat.
Bingung karena lupa? Berikut panduan lengkap cara melihat kata sandi FB sendiri yang tersimpan di Google Chrome, Android, dan iPhone dengan mudah dan aman.
Saling tuding terkait penyebaran berita palsu disebut menjadi pola yang berulang dalam konflik antara Thailand dan Kamboja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved