Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPARTEMEN Kehakiman Amerika Serikat (AS), Rabu (21/4), mengumumkan menggelar penyelidikan terhadap kepolisian Minneapolis, Minnesota, sebagai bukti niat pemerintahan Presiden Joe Biden untuk menggunakan kekuatan federal membersihkan tubuh kepolisian.
Sehari setelah polisi Minneapolis Derek Chauvin diputus bersalah membunuh pria kulit hitam George Floyd, Jaksa Agung AS Merrick Garland mengatakan pihaknya akan menyelidiki apakah kepolisian Minneapolis memiliki pola perilaku inkonstitusional atau melakukan aksi melanggar hukum.
Garland mengatakan penyelidikan itu akan menentukan apakah kepolisian secara sistematis melakukan kekerasan berlebihan termasuk saat menanggapi demonstrasi damai.
Baca juga: AS Sudah Berikan Lebih dari 200 Juta Suntikan Vaksin Covid-19
Penyelidikan itu, lanjutnya, juga akan menyimpulkan apakah polisi Minnesota memiliki pola diskriminasi dan berperilaku tidak adil terhadap warga dengan gangguan perilaku.
Pengumuman itu menunjukkan perbedaan sikap antara Biden dan pendahulunya Donald Trump, yang menolak menekan kepolisian meski ada banyak bukti aksi rasisme dan tindakan kasar di sejumlah kota AS.
Garland mengatakan penyelidikan itu penting untuk memulihkan kepercayaan warga AS terhadap polisi.
"Membangun kepercayaan antara komunitas dan penegak hukum akan memakan waktu dan tenaga kita semua. Meski begitu, kami tetap melakukannya karena perubahan tidak bisa menunggu," tegasnya. (AFP/OL-1)
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Trunoyudo menyebutkan bahwa momentum bulan suci Ramadan turut melandasi semangat kedua belah pihak untuk saling memaafkan dan melakukan introspeksi diri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved