Jumat 09 April 2021, 06:33 WIB

Turki Serahkan Kepemimpinan D8 ke Bangladesh

Basuki Eka Purnama | Internasional
Turki Serahkan Kepemimpinan D8 ke Bangladesh

AFP/Adem ALTAN
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

 

NEGARA-NEGARA yang tergabung dalam Kelompok 8 Negara Berkembang atau Developing Eight (D8) telah merampungkan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-10, dengan Turki menyerahkan kepemimpinan yang dipegang selama empat tahun terakhir kepada Bangladesh.

"Dengan penyelenggaraan KTT ini, kami menyerahkan presidensi yang telah kami jalankan selama empat tahun kepada negara sahabat Bangladesh," kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam KTT yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (8/4).

Dia pun mengucapkan selamat dan sukses pada Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina yang kini menjabat sebagai pimpinan organisasi tersebut.

Baca juga: Jokowi Sampaikan Tiga Poin Penting di KTT D8

Erdogan mengatakan, selama masa presidensinya, Turki telah berupaya memperkuat organisasi D-8 serta kerja sama regional yang sejalan dengan prioritas kelompok itu.

Di penghujung presidensi di D8, Erdogan menekankan bahwa organisasi tersebut perlu diperbaharui sesuai dengan kebutuhan yang muncul di masa kini. Dia mengatakan kelompok D8 perlu mengadopsi struktur yang berbasis proyek dan pencapaian.

"Kita harus mengambil langkah untuk mempercepat proses pembuatan keputusan. Sebagaimana telah kami sampaikan pada KTT sebelumnya, kita juga perlu memperkuat organisasi kita dengan anggota dan mitra baru sehingga pengaruh D8 dapat semakin diperluas," papar Erdogan.

Sementara itu, Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina menyebut presidensi D8 yang kembali dijalani Bangladesh merupakan momen bersejarah, mengingat hal tersebut berarti satu siklus giliran kepemimpinan telah dilewati.

Sheikh Hasina merupakan salah satu anggota pendiri D8 dalam pembentukan resmi kelompok itu melalui adopsi Deklarasi Istanbul pada 1997 lalu.

"Saya mengucapkan selamat kepada yang terhormat Bapak Recep Tayyip Erdogan, Presiden Turki, atas kesuksesan selama menjabat sebagai
pimpinan D8," ucapnya.

Dia pun menggarisbawahi sejumlah isu terkait kerja sama dalam lingkup kelompok D8, yakni pemanfaatan kekuatan kaum muda melalui pengembangan
kemampuan, memanfaatkan potensi penuh atas keragaman, dan memperbaiki konektivitas untuk memfasilitasi perdagangan dan investasi.

D8 merupakan kelompok yang mulai berdiri pada 1997 melalui adopsi Deklarasi Istanbul dan beranggotakan delapan negara berkembang, yakni Indonesia, Bangladesh, Mesir, Malaysia, Pakistan, Turki, Nigeria, dan Iran.

KTT D8 yang ke-10 pada 2021 ini menghasilkan dua dokumen yang diadopsi oleh negara-negara anggota, termasuk dokumen Deklarasi Dhaka dan Decennial Roadmap 2030.

Dhaka Declaration merupakan deklarasi yang berisikan komitmen politis arah D-8 untuk bekerja sama di bidang ekonomi pembangunan, serta meningkatkan daya tawar organisasi di tingkat global, sementara Decennial Roadmap 2030 merupakan guideline dan timeline yang disusun negara-negara D-8 untuk mencapai komitmen Deklarasi Dhaka selama satu dekade ke depan.

Dalam pertemuan yang bertema 'Kemitraan untuk Dunia yang Transformatif: Memanfaatkan Kekuatan Generasi Muda dan Teknologi', Indonesia menyoroti sejumlah isu penting, termasuk seruan untuk dukungan D-8 terhadap multilateralisme vaksin di tengah mencuatnya nasionalisme vaksin serta dorongan untuk mempromosikan keuangan syariah dan industri halal dalam upaya pemulihan ekonomi pascapandemi. (Ant/OL-1)

Baca Juga

AFP/Iranian Foreign Ministry

UE-Iran akan Bertemu Bahas Soal Pembicaraan Kesepakatan Nuklir

👤Nur Aivanni 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 08:45 WIB
Uni Eropa dan kekuatan dunia tengah berjuang mencoba mendapatkan negosiasi di Wina yang bertujuan menghidupkan kembali kesepakatan 2015...
ANDREW CABALLERO-REYNOLDS / AFP

Joe Biden Setujui Penerapan Aturan Vaksin Perjalanan Internasional Baru

👤 Atikah Ishmah Winahyu 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 08:36 WIB
AS akan menghapus pembatasan sosial pada awal November 2021 untuk pelancong udara yang telah divaksinasi penuh dari 33...
MI/ANDRI WIDIYANTO

Indonesia Wajib Penuhi Pendidikan Pengungsi Anak dari Luar Negeri

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 26 Oktober 2021, 08:07 WIB
Indonesia berkomitmen kuat menjamin pemenuhan hak anak nondiskriminasi dan menjamin prinsip kepentingan terbaik bagi anak (best interest...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Bongkar Transaksi Narkoba Rp120 Triliun

Para anggota sindikat narkoba juga kerap memanfaatkan warga yang polos untuk membantu transaksi dari dalam ke luar negeri dan sebaliknya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya