Rabu 07 April 2021, 21:23 WIB

Cerita Komunitas Yahudi yang Minoritas di Sudan

Mediaindonesia.com | Internasional
Cerita Komunitas Yahudi yang Minoritas di Sudan

AFP/Ashraf Shazly.
Dr Mansour Israil, cucu dari seorang Yahudi Irak yang menetap di Sudan. Keluarganya kemudian masuk Islam.

 

TEKANAN kepada komunitas Yahudi di Sudan meningkat sejak krisis Suez pada 1956 ketika Inggris, Prancis, dan Israel menginvasi Mesir untuk mendapatkan kembali kendali atas kanal strategis itu. Sementara Sudan pada saat itu memperoleh kemerdekaan dari pemerintahan Anglo-Mesir, politiknya tetap terkait erat dengan tetangganya di utara.

Itu dikatakan Daisy Abboudi, seorang sejarawan Inggris dan keturunan dari keluarga Yahudi Sudan. Komunitas Yahudi Sudan terdiri dari tidak lebih dari 250 keluarga pada puncaknya sekitar 1940-an dan 1950-an. Menurut Abboudi yang juga wakil direktur proyek sejarah lisan Yahudi yang berbasis di Inggris, Sephardi Voices, komunitas itu hampir menghilang pada akhir 1970-an.

Komunitas Yahudi di negara-negara Arab lain, termasuk Mesir, Maroko, dan Irak, mengalami nasib serupa sejak akhir 1940-an. "Itu jauh lebih halus di Sudan dibandingkan dengan tempat lain di Timur Tengah tetapi anggota masyarakat mulai merasa sangat tidak nyaman dan menyadari mungkin tidak ada masa depan di negara itu," kata Abboudi kepada AFP.

Beberapa keluarga Yahudi Sudan bermukim kembali di Israel. Ini seperti beberapa sisa-sisa di permakaman Yahudi Khartoum diangkut ke Yerusalem dan dimakamkan kembali pada 1970-an.

 
Sudan mempertahankan sikap anti-Israel yang keras selama tiga dekade pemerintahan Islamis mantan presiden Omar al-Bashir, yang digulingkan di tengah protes massal pada April 2019. Tetapi enam bulan setelah kesepakatan Sudan-Israel diumumkan, kabinet di Khartoum pada Selasa menyetujui RUU yang menghapus boikot negara Yahudi pada 1958.

Pemerintah transisi pasca-Bashir telah mendorong integrasi kembali dengan komunitas internasional dan membangun kembali ekonomi negara setelah beberapa dekade sanksi AS dan konflik internal. Sudan setuju menormalisasi hubungan dengan Israel pada Oktober agar Washington untuk mengeluarkan negara itu dari daftar hitam negara sponsor terorisme beberapa bulan kemudian.

Bagi Salma, keponakan Israil yang tinggal di Wad Madani, selatan Khartoum, langkah tersebut sudah lama dinantikan. "Normalisasi akan mempermudah untuk terhubung kembali dengan asal saya," kata perempuan berusia 35 tahun itu yang telah berusaha mempelajari lebih lanjut tentang akar Yahudinya dan komunitas yang dulu. (OL-14)

Baca Juga

AFP/Menahem Kahana.

Israel Setujui Pembongkaran 58 Rumah Palestina di Silwan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 21:43 WIB
Lebih lanjut dicatat bahwa keputusan tersebut akan memungkinkan pemerintah kota Israel untuk meruntuhkan 58 dari 84 rumah yang terancam...
AFP/Ahmad Gharabli.

Israel Protes PBB Gelar Acara Solidaritas Palestina

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 21:29 WIB
Duta Besar Israel untuk PBB Gilad Erdan menyebut keputusan untuk mengadakan acara di Majelis Umum yang bertujuan memperkuat hak untuk...
AFP/Eric Piermont.

Bos Moderna Ingatkan Perjuangan Vaksin Omicron

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 30 November 2021, 20:53 WIB
Para ilmuwan di Afrika Selatan mengatakan mereka telah mendeteksi varian baru dengan setidaknya 10 mutasi dibandingkan dengan tiga untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya