Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
HAMPIR satu dari warga Inggris yang pernah positif covid-19 terus mengalami gejala penyakit itu selama setidaknya 12 pekan. Hal itu terungkap dalam hasil penelitian yang dirilis pada Kamis (1/4).
Kantor Statistika Nasional Inggris (ONS) mengatakan penelitian yang dilakukan terhadap lebih dari 20 ribu orang yang pernah positif covid-19 sejak April tahun lalu hingga Maret tahun ini menemukan 13,7% mengalami gejala yang bertahan selama setidaknya 12 pekan.
Penelitian itu dilakukan berdasarkan laporan gejala yang dijuluki Long Covid. Gejala-gejala tersebut adalah letih, sakit otot, sulit berkonsentrasi, serta hilangnya indera perasa dan penciuman.
Baca juga: Warga Palestina Terima 100.000 Dosis Vaksin Covid-19 Tiongkok
Perempuan lebih banyak melaporkan gejala itu (sebanyak 14.7%) ketimbang laki-laki (12.7%).
Mereka yang berusia antara 25-49 tahun mayoritas melaporkan gejala-gejala itu pada pekan kelima (25,6%).
Penelitian yang dilakukan terhadap warga Inggris itu dilakukan secara acak terhadap 21.622 responden yang dinyatakan positif covid-19 dan diwawancarai mengenai gejala mereka secara bulanan.
Kepala Analisa Kesehatan ONS Ben Bumberstone mengatakan penelitian ini merupakan analisa pertama dari apa yang disebut Long Covid.
Long Covid, imbuhnya, adalah fenomena yang hingga kini belum dimengerti secara keseluruhan.
Inggris, salah satu negara yang parah terhantam pandemi covid-19, mencatatkan hampir 127 ribu kematian dari 4.350.266 kasus covid-19. (AFP/OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved