Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Afghanistan dan Taliban, Jumat (19/3), setuju mencoba mempercepat perundingan perdamaian. Hal itu dikatakan seorang pejabat tinggi Afghanistan.
Kesepakatan tersebut dicapai pada pertemuan di Moskow, yang diselenggarakan mengikuti konferensi internasional di ibu kota Rusia itu tentang proses perdamaian di Afghanistan.
Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, dan Pakistan pada konferensi meminta pihak-pihak yang bertikai di Afghanistan untuk segera menyepakati gencatan senjata.
Baca juga: Biden Akui Sulit Penuhi Tenggat Keluar dari Afghanistan
Konferensi itu sendiri diadakan di Rusia, hanya enam pekan sebelum batas waktu--yang disepakati tahun lalu--soal penarikan pasukan AS dari Afghanistan.
"Kami telah menyatakan kesiapan kami untuk mempercepat proses (perdamaian)," kata Abdullah Abdullah, ketua Dewan Tinggi Rekonsiliasi Nasional Afghanistan, kepada kantor berita RIA Rusia. "Mereka (Taliban) juga."
Abdullah mengatakan, ketika kedua pihak bertemu di Moskow, Jumat (19/3), kedua pihak belum membahas masalah-masalah khusus.
Moskow, pada Kamis (18/3), menjadi tuan rumah konferensi internasional tentang Afghanistan.
Dalam konferensi tersebut, Rusia, AS, Tiongkok, dan Pakistan mengeluarkan pernyataan bersama yang berisi seruan agar Afghanistan mencapai kesepakatan perdamaian serta mengekang kekerasan.
Pada saat yang sama, Taliban juga diminta untuk tidak melancarkan serangan apa pun di Afghanistan pada musim semi dan musim panas.
Konferensi tersebut diniatkan untuk menghidupkan kembali perundingan antara pemerintah Afghanistan dan Taliban yang sebelumnya diselenggarakan di ibu kota Qatar, Doha.
Perundingan Doha sebagian besar terhenti terkait tudingan pemerintah Afghanistan bahwa Taliban tidak berhenti melakukan kekerasan.
Konferensi Moskow adalah ajang pertama kalinya AS mengirim perwakilan senior untuk berbicara tentang Afghanistan di bawah format yang
diluncurkan Rusia pada 2017.
Washington, tahun lalu, mencapai kesepakatan dengan Taliban untuk menarik pasukan dari Afghanistan pada 1 Mei setelah pasukan AS berada di negara itu selama hampir dua dasawarsa. (Ant/OL-1)
LEDAKAN langka di ibu kota Pakistan, Islamabad, pada Selasa (11/11) menewaskan 12 orang dan melukai 20 orang. Demikian disampaikan Rumah Sakit Institut Ilmu Kedokteran Pakistan.
MANTAN Sekretaris Jenderal NATO dan Menteri Keuangan Norwegia saat ini, Jens Stoltenberg, menyebut penarikan pasukan AS dari Afghanistan sebagai kekalahan terbesar NATO.
Gempa bumi berkekuatan 6,3 magnitudo mengguncang Afghanistan utara dekat Mazar-i-Sharif. Belum ada laporan korban.
Shehbaz menegaskan kembali bahwa Pakistan menginginkan perdamaian dan stabilitas di Afghanistan, tetapi terus menghadapi terorisme lintas batas yang berasal dari tanah Afghanistan.
Islamabad mengajukan agenda tunggal yang berfokus langsung pada pembongkaran jaringan teroris, terutama yang berafiliasi dengan faksi Gul Bahadur dan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP).
Pertempuran darat sengit antara Afghanistan dan Pakistan terjadi setelah Pakistan menuntut Kabul mengendalikan kelompok militan yang meningkatkan serangan di Pakistan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved