Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
PARTAI pimpinan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte meraih kursi terbanyak dalam pemilu di tengah pandemi covid-19 untuk membuka jalan baginya untuk menjabat di masa jabatan keempat.
Partai pro-EU D55, yang menentang kebijakan Rutte terkait Eropa, berada di urutan kedua. Sementara partai anti-Islam pimpinan Geert Wilders menduduki posisi ketiga.
Jutaan warga Belanda menggunakan hak suara mereka sembari tetap menjaga jarak sosial di museum, gereja, atau tempat pemungutan suara (TPS) drive-through di hari ketiga dan keempat pemilu.
Baca juga: Pangeran Charles Mengkritik Penentang Penerima Vaksin Covid-19
Sejumlah TPS telah dibuka pada Senin (15/3) dan Selasa (16/3), khusus untuk warga lansia dan yang rentan sebelum resmi dibuka untuk semua warga pada Rabu (17/3).
Saat memberikan suara, Rabu (17/3), di sebuah sekolah di Den Haag, Rutte yang tiba menggunakan sepeda mengaku optimistis bisa meraih kemenangan.
"Pertanyaan utama dalam pemilu kali ini adalah siapa yang paling bisa memimpin negara ini keluar dari krisis covid-19 dan memulai awal baru," ujar Rutte.
Berdasarkan hasil pemilu, parlemen Belanda akan memiliki 17 partai, dua lebih banyak ketimbang pemerintahan saat ini. Hal itu berarti perundingan koalisi akan sama sulitnya dengan pada 2017 yang memakan waktu 7 bulan.
Exit polls menunjukkan partai liberal VVD pimpinan Rutte meraih tambahan tiga kursi sehingga meraih total 36 kursi, sesuai dengan jajak pendapat sebelumnya. (AFP/OL-1)
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Thailand menggelar pemilu dini tanpa pemenang mutlak. Perebutan kursi perdana menteri dipastikan bergantung pada strategi koalisi partai-partai besar.
Keberhasilan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto saat ini merupakan akumulasi dari kedisiplinan organisasi dan kesediaan untuk melewati proses panjang yang tidak instan.
ANGGOTA Komisi II DPR RI Romy Soekarno, menegaskan bahwa sistem pemilu di era modern harus dipandang sebagai infrastruktur digital strategis negara.
Ia juga mengkritik wacana penghapusan pilkada langsung yang kembali mencuat dengan dalih efisiensi anggaran.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved