Rabu 24 Februari 2021, 02:00 WIB

Riset Skotlandia Temukan Vaksin Ampuh Mencegah Infeksi Parah

Mediaindonesia.com | Internasional
Riset Skotlandia Temukan Vaksin Ampuh Mencegah Infeksi Parah

news.ohsu.edu
Ilustrasi: vaksinasi.

 

Kampanye vaksinasi Skotlandia secara nyata mengurangi risiko rawat inap Covid-19, menunjukkan bahwa baik vaksin Pfizer-BioNTech maupun Oxford-AstraZeneca sangat ampuh dalam mencegah infeksi parah, berdasarkan temuan riset awal pada Senin (22/2).

Hasil riset yang mencakup seluruh 4,5 juta populasi Skotlandia menunjukkan bahwa pekan keempat setelah dosis pertama, vaksin Pfizer dan AstraZeneca mengurangi risiko rawat inap 85-94 persen.

"Hasil ini sangat menggembirakan sekaligus memberi kami alasan yang luar biasa untuk merasa optimistis di masa depan," kata profesor di Universtas Edirburg, Aziz Sheikh, yang juga memimpin riset tersebut.

Sheikh memperingatkan bahwa hasil itu masih awal dan belum ditinjau oleh rekan sejawat dari peneliti independen. Namun, ia mengatakan kepada media: "Saya sangat senang. Kini kami mempunyai bukti nasional ... bahwa vaksinasi memberikan perlindungan terhadap rawat inap Covid-19."

Ia berharap negara lain, yakni konsumen vaksin yang sama dan yang memiliki strategi peluncuran serupa - seperti Inggris dan Wales - akan merasakan dampak positif yang sama dalam mengurangi jumlah pasien rawat inap.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Senin akan mengumumkan bagaimana ia akan melonggarkan penguncian saat kasus Covid-19 menurun, yang dibantu oleh salah satu peluncuran vaksin tercepat di dunia.

Pakar independen menyambut temuan Skotlandia. "Tujuan utama dari semua kampanye vaksinasi adalah untuk mencegah seseorang menderita penyakit parah dan untuk menyelamatkan nyawa," kata Arne Akbar, presiden British Society for Immunology (BSI). "Data awal ini sangat menjanjikan."

Data awal tersebut dikumpulkan sejak 8 Desember hingga 15 Februari, ketika 1,14 juta dosis vaksin diberikan dan 21 persen dari populasi Skotlandia menerima dosis pertama.

Di antara mereka yang berusia 80 tahun ke atas - salah satu kelompok paling berisiko - vaksinasi dikaitkan dengan 81 persen penurunan risiko rawat inap pada minggu keempat, ketika hasil kedua vaksin dipadukan. (Ant/OL-12)

Baca Juga

Franck ROBICHON / POOL / AFP

Australia Putus Program Kerja Sama dengan Myanmar

👤 Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 08 Maret 2021, 10:52 WIB
Menlu Australia Marise Payne mengumumkan bahwa Australia menangguhkan program kerja sama pertahanannya dengan Myanmar seiring...
AFP/Mohammed HUWAIS

Serangan Rudal di Arab, Harga Minyak Dunia Melambung di Atas US$71

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 08 Maret 2021, 10:48 WIB
Harga minyak mentah Brent dilaporkan melonjak di atas US$71 per barel atau naik 2,6% di London ICE Futures Exchange, setelah terminal...
STR / AFP

Polisi Myanmar Duduki Rumah Sakit dan Kampus

👤 Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 08 Maret 2021, 10:07 WIB
Pasukan polisi menyerang petugas medis dan fasilitas medis termasuk mobil ambulans yang memberi pertolongan kepada para demonstran yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya