Jumat 19 Februari 2021, 10:30 WIB

AS Siap Bertemu Iran Bahas Kesepakatan Nuklir 2015

Nur Aivanni | Internasional
AS Siap Bertemu Iran Bahas Kesepakatan Nuklir 2015

AFP/Kevin Lamarque.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price.

 

AMERIKA Serikat pada Kamis (18/2) mengatakan bahwa pihaknya siap untuk bertemu dengan Iran dan merevisi klaim mantan Presiden AS Donald Trump tentang sanksi baru PBB. Itu memberikan celah untuk memulai diplomasi nuklir.

Beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri Antony Blinken berbicara dengan rekan-rekan Eropa, Amerika Serikat menyambut baik proposal untuk mengadakan pembicaraan dengan semua negara yang merupakan bagian dari kesepakatan nuklir 2015.

Direktur Politik UE Enrique Mora kemudian mengusulkan melalui Twitter pertemuan informal semua peserta. Ini karena kesepakatan nuklir berada pada saat kritis menjelang tenggat waktu akhir pekan bagi Iran untuk membatasi beberapa inspeksi nuklir PBB.

"Amerika Serikat akan menerima undangan dari Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk menghadiri pertemuan P5 +1 dan Iran untuk membahas jalan diplomatik ke depan tentang program nuklir Iran," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri Ned Price.

Kelompok yang menandatangani kesepakatan nuklir 2015, termasuk Amerika Serikat dan Iran serta Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman, dan Rusia. Donald Trump menarik diri dari perjanjian nuklir dan malah menjatuhkan sanksi besar-besaran yang bertujuan membuat Iran bertekuk lutut.

Namun Presiden AS Joe Biden telah mendukung kembalinya diplomasi. Ia mengatakan bahwa perjanjian 2015 efektif dalam mengurangi program nuklir Teheran. Tapi, itu masih harus dilihat Iran juga bersedia atau tidak duduk bersama Amerika Serikat.

Iran berkeras bahwa Amerika Serikat harus terlebih dahulu mencabut sanksi sebelum mereka kembali ke kepatuhan penuh pada perjanjian 2015. Dalam satu langkah pada Kamis, pemerintahan Biden mengatakan tidak lagi menyatakan bahwa PBB menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran. Dalam surat, penjabat duta besar AS untuk PBB, Richard Mills, mengatakan bahwa sanksi yang dikatakan akan diberlakukan kembali pada Agustus tetap dihentikan. (AFP/OL-14)

Baca Juga

theloadstar.com

Kekacauan Perdagangan Global Inggris Kehilangan Pasar Tiga Negara

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Maret 2021, 22:40 WIB
Inggris berkinerja sangat buruk karena stagnasi jangka panjang dalam pertumbuhan...
AFP

Dua Pengunjuk Rasa Myanmar Tewas dengan Luka Tembak di Kepala

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Senin 08 Maret 2021, 22:34 WIB
Saksi mata mengatakan, mereka ikut serta dalam protes ketika polisi menembakkan granat kejut dan gas air...
coconuts.co

Hong Kong Perluas Penerima Vaksinasi Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Maret 2021, 22:15 WIB
Perluasan program vaksinasi itu dilakukan pemerintah Hong Kong karena kekhawatiran tumbuh atas serangkaian reaksi merugikan setelah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya