Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN bioteknologi AS, Moderna menyatakan sedang mencari izin dengan regulator di seluruh dunia untuk menempatkan 50 persen lebih banyak vaksin virus korona ke dalam setiap botolnya sebagai cara cepat meningkatkan tingkat pasokan saat ini. Perusahaan tersebut mengeluarkan pernyataan setelah The New York Times pertama kali melaporkan bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS telah mengizinkannya untuk meningkatkan level hingga 40 persen.
"Untuk memaksimalkan sumber daya serta memaksimalkan peluang untuk memberikan lebih banyak dosis ke setiap pasar lebih cepat, Moderna telah mengusulkan untuk mengisi botol hingga 15 dosis vaksin dibandingkan 10 dosis sebelumnya," kata juru bicara dalam sebuah pernyataan kepada AFP, Jumat (12/1).
Perusahaan tersebut terlibat dalam diskusi dengan FDA dan pihak berwenang di negara lain, dan peningkatan dosis tidak memerlukan botol yang berbeda dengan yang saat ini digunakan.
"Setiap perubahan yang dihasilkan akan tunduk pada persetujuan akhir dari berbagai otoritas pengatur. Implementasi dari setiap perubahan tersebut diharapkan akan selesai dalam waktu sekitar dua sampai tiga bulan," katanya.
Mengutip sumber yang dekat dengan masalah tersebut, Times melaporkan bahwa FDA telah menyetujui Moderna menggunakan 14 dosis per botol, dibandingkan sebelumnya hanya 10 dosis per hari.
"Ini akan menjadi langkah maju yang bagus," kata Moncef Slaoui, kepala penasihat ilmiah untuk program pengembangan vaksin federal di bawah mantan presiden Donald Trump, kepada Times.
"Saya pikir itu akan berdampak dalam jangka pendek."
baca juga: Prancis Rekomendasikan Satu Dosis Vaksin untuk Penyintas Covid-19
Sekitar sepuluh persen orang Amerika sejauh ini telah menerima satu dosis vaksin Covid. Dan jumlah dosis yang disediakan Moderna terhitung kurang dari setengah jumlah dari Pfizer. Pemerintahan Presiden Joe Biden telah mencapai kesepakatan dengan Moderna dan Pfizer untuk memasok total 600 juta dosis untuk dua kali suntikan hingga akhir Juli Jumlah tersebut cukup utuk menutupi 90% populasi AS yang wajib divaksin. (AFP/OL-3)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Perusahaan ini fokus menggunakan teknologi vaksin berdasarkan mRNA pada Desember 2020, vaksin COVID-19 produksi mendapatkan izin penggunaan darurat di amerika serikat.
Pemerintahan Trump menghentikan kontrak pengembangan vaksin flu burung buatan Moderna dan mencabut hak pembeliannya.
Pemerintah AS mengalokasikan dana sebesar US$590 juta kepada Moderna untuk mempercepat pengembangan vaksin flu burung berbasis teknologi mRNA.
Pfizer dan Moderna sedang mengembangkan vaksin flu burung berbasis mRNA untuk menghadapi ancaman virus Flu Burung yang semakin meningkat.
Moderna berinvestasi dalam pengembangan keterampilan komputasi kuantum untuk mengembangkan mRNA medicines kedepannya
KEMENTERIAN Kesehatan mengizinkan pemberian vaksinasi booster kedua kepada penduduk manula mulai hari ini, 22 November 2022 dalam merespons jumlah kasus covid-19 yang meninggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved