Senin 25 Januari 2021, 22:22 WIB

Pemimpin Dunia Diingatkan agar tidak Picu Perang Dingin Baru

Adiyanto | Internasional
Pemimpin Dunia Diingatkan agar tidak Picu Perang Dingin Baru

World Economic Forum (WEF) / AFP
Presiden Tiongkok Xi Jinping

 

DALAM acara World Economic Forum di Davos yang digelar virtual,  Senin (25/1) Presiden Tiongkok Xi Jinping memperingatkan para pemimpin global agar tidak memulai "Perang Dingin baru". Dia juga mendesak kerja sama global dalam menghadapi pandemi virus korona.

Xi seolah ngin memposisikan Tiongkok sebagai pemain kunci dalam tatanan dunia multilateral baru karena AS telah dilumpuhkan oleh pandemi.

"Membangun aliansi kecil atau memulai Perang Dingin baru, untuk menolak, mengancam atau mengintimidasi orang/negara lain, hanya akan mendorong dunia ke dalam perpecahan," kata Xi. Pidato itu seakan menyindir rencana Presiden AS Joe Biden untuk merevitalisasi aliansi global guna melawan pengaruh Tiongkok yang semakin kuat.

Xi mengatakan konfrontasi atau perang akan selalu berakhir dengan merugikan kepentingan setiap negara dan mengorbankan kesejahteraan rakyat.

Komitmen iklim

Di forum tersebut, pemimpin Tiongkok itu juga menegaskan kembali janji ambisius Beijing untuk memangkas emisi karbon hingga 65%  pada 2030 dan mencapai netralitas karbon pada 2060.  Kedua janji itu merupakan komitmen yang signifikan karena Tiongkok penyumbang seperempat gas rumah kaca dunia.

"Memenuhi target ini akan membutuhkan kerja keras yang luar biasa dari Tiongkok. Tapi kami percaya ketika kepentingan seluruh umat manusia dipertaruhkan, Tiongkok harus melangkah maju, mengambil tindakan, dan menyelesaikan tugas ini," katanya.

Xi juga menyerukan tata kelola global yang lebih kuat melalui organisasi multilateral, penghapusan hambatan perdagangan internasional, investasi, dan pertukaran teknologi, serta representasi yang lebih kuat di panggung politik dunia untuk membantu negara-negara berkembang.

Dia menekankan pentingnya memperkuat kebijakan makroekonomi untuk memerangi penurunan ekonomi global yang dipicu pandemi. “Kita harus membangun ekonomi dunia yang terbuka, dengan tetap menjaga sistem perdagangan multilateral, dan menahan diri dari membuat standar, aturan dan sistem yang diskriminatif dan eksklusif, serta tembok tinggi yang memisahkan perdagangan, investasi, dan teknologi,” katanya. (AFP/M-4)

 

Baca Juga

STRINGER / AFP

Ukraina Bantah Sabotase Pangkalan Udara Rusia di Krimea

👤Cahya Mulyana 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 08:51 WIB
Rusia memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Krimea akan memicu pembalasan besar-besaran dari militer...
Ist/DPR

BKSAP Desak Dewan Keamanan PBB Bentuk Pasukan Perdamaian untuk Palestina

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 07:43 WIB
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon mengutuk keras serangan terbaru Israel kepada warga...
AFP/Hector RETAMAL

Varian Omikron Muncul Lagi di Xinjiang dan Tibet saat Puncak Liburan

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 09 Agustus 2022, 23:30 WIB
Selama 1-21 Juli 2022, Xinjiang telah menerima 25,5 juta wisatawan atau naik 15,7% jika dibandingkan dengan periode yang sama...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya