Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM acara World Economic Forum di Davos yang digelar virtual, Senin (25/1) Presiden Tiongkok Xi Jinping memperingatkan para pemimpin global agar tidak memulai "Perang Dingin baru". Dia juga mendesak kerja sama global dalam menghadapi pandemi virus korona.
Xi seolah ngin memposisikan Tiongkok sebagai pemain kunci dalam tatanan dunia multilateral baru karena AS telah dilumpuhkan oleh pandemi.
"Membangun aliansi kecil atau memulai Perang Dingin baru, untuk menolak, mengancam atau mengintimidasi orang/negara lain, hanya akan mendorong dunia ke dalam perpecahan," kata Xi. Pidato itu seakan menyindir rencana Presiden AS Joe Biden untuk merevitalisasi aliansi global guna melawan pengaruh Tiongkok yang semakin kuat.
Xi mengatakan konfrontasi atau perang akan selalu berakhir dengan merugikan kepentingan setiap negara dan mengorbankan kesejahteraan rakyat.
Komitmen iklim
Di forum tersebut, pemimpin Tiongkok itu juga menegaskan kembali janji ambisius Beijing untuk memangkas emisi karbon hingga 65% pada 2030 dan mencapai netralitas karbon pada 2060. Kedua janji itu merupakan komitmen yang signifikan karena Tiongkok penyumbang seperempat gas rumah kaca dunia.
"Memenuhi target ini akan membutuhkan kerja keras yang luar biasa dari Tiongkok. Tapi kami percaya ketika kepentingan seluruh umat manusia dipertaruhkan, Tiongkok harus melangkah maju, mengambil tindakan, dan menyelesaikan tugas ini," katanya.
Xi juga menyerukan tata kelola global yang lebih kuat melalui organisasi multilateral, penghapusan hambatan perdagangan internasional, investasi, dan pertukaran teknologi, serta representasi yang lebih kuat di panggung politik dunia untuk membantu negara-negara berkembang.
Dia menekankan pentingnya memperkuat kebijakan makroekonomi untuk memerangi penurunan ekonomi global yang dipicu pandemi. “Kita harus membangun ekonomi dunia yang terbuka, dengan tetap menjaga sistem perdagangan multilateral, dan menahan diri dari membuat standar, aturan dan sistem yang diskriminatif dan eksklusif, serta tembok tinggi yang memisahkan perdagangan, investasi, dan teknologi,” katanya. (AFP/M-4)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa beberapa wilayah di Eropa tidak lagi dapat dikenali. Benua itu disebutnya tidak menuju ke jalan yang benar.
PERDANA Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengatakan di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos bahwa Dewan Perdamaian Gaza menawarkan jalan keluar.
ANGKATAN Bersenjata Kanada membuat model untuk mempersiapkan kemungkinan invasi Amerika Serikat (AS) setelah Donald Trump mengatakan ingin mencaplok wilayahnya.
Menurutnya, sektor-sektor yang paling terdampak aksi jual bersih (net sell) yaitu yang sensitif terhadap siklus ekonomi seperti perbankan, properti, dan konsumer.
Amerika Serikat mewajibkan calon tentara setidaknya memiliki kartu izin tinggal permanen (Green Card) atau telah menjadi warga negara AS (US Citizen).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Andini merupakan perempuan kelahiran Indonesia yang memutuskan untuk meniti karier di Amerika Serikat.
Honor meluncurkan Honor 500 Pro Molly edisi ulang tahun ke-20 hasil kolaborasi dengan Pop Mart. Smartphone edisi terbatas ini hadir dengan desain eksklusif, kamera 200MP, dan baterai 8.000mAh.
SEBUAH ledakan hebat mengguncang pabrik baja di wilayah utara Tiongkok pada Minggu (18/1), menewaskan sedikitnya dua orang. Insiden tersebut juga menyebabkan puluhan orang terluka.
Ledakan besar terjadi di pabrik baja Baogang United Steel, Mongolia Dalam, Tiongkok. Dua orang tewas, 84 luka-luka, dan 5 orang masih dinyatakan hilang.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney dan Presiden Xi Jinping umumkan kemitraan strategis baru. Upaya Kanada kurangi ketergantungan pada AS di tengah perang tarif Trump.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
RUSIA dan Tiongkok siap mendukung Iran yang dilanda protes dan diancam oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Namun, dukungan itu akan berkurang jika AS melakukan aksi militer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved