Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Menteri Luar Negeri Korea Selatan (Korsel) Choi Jong-kun bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghci, Minggu (10/1), beberapa hari setelah Iran sebuah kapal tanker berbendera Korsel di perairan negara itu.
Pertemuan antara Choi dan Araghci terjadi setelah Garda Revolusioner Iran, Senin (11/1), mengatakan mereka telah menangkap kapal tanker berbendera Iran Hankuk Chemi di perairan Teluk.
Garda Revolusioner mengatakan kapal itu berulang kali melanggar hukum lingkungan maritim.
Baca juga: AS Siap Dirikan Konsulat di Sahara Barat
Kantor berita Korsel Yonhap mengatakan kedatangan Choi adalah mengusahakan pembebasan kapal tanker itu dan awaknya yang mencakup warga negara Korsel, Indonesia, Vietnam, dan Myanmar.
Namun, juru bicara kementerian luar negeri Iran Said Khatibzadeh mengatakan lawatan itu telah disepakati sebelum kapal tanker itu ditahan dan tujuan utamanya adalah membahas cara mengakses dana Iran yang ada di Korsel.
Iran menahan tanker asal Korsel itu setelah Teheran meminta Seoul agar melepaskan miliaran dolar aset Iran yang dibekukan di Korsel berdasarkan sanksi AS.
Iran mengaku kesulitan membeli vaksin covid-19 seiring meningkatnya kasus covid-19 di negara itu.
Iran merupakan pemasok utama minyak Korsel sebelum AS menjatuhkan sanksi yang melaran penjualan itu. (AFP/OL-1)
IRGC klaim tangkap 178 mata-mata AS dan Israel sejak akhir Februari. Para agen dituduh membocorkan koordinat militer dan medis di tengah eskalasi konflik di Iran.
Menteri tersebut menggemakan pernyataan Kanselir Friedrich Merz yang menyebut konflik di Timur Tengah “bukan perang Jerman.”
Ia menyatakan bahwa negara-negara yang memperoleh manfaat dari keamanan pelayaran di selat itu harus membayar biaya dan pajak kepada Iran.
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Macron sebelumnya menyatakan di media sosial bahwa ia telah berbicara dengan Presiden AS Donald Trump dan Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani.
Langkah tersebut mencakup tuntutan kompensasi, termasuk pembayaran atas seluruh jenis kerugian yang dialami Iran, tambahnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved