Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengungkapkan dirinya berencana kembali memasukkan Kuba ke dalam daftar negara penyokong aksi terorisme.
Dalam wawancara yang dirilis Selasa (5/1), Pompeo mengonfirmasi bahwa Departemen Luar Negeri AS tengah mengambil langkah besar sebelum dirinya lengser pada 2021.
"Kami tidak akan terburu-buru mengambil keputusan namun dunia tahu bahwa tangan-tangan setan Kuba ada dimana-mana," ujar Pompeo.
Baca juga: DPR AS Serukan Pendekatan Baru terhadap Venezuela
Pompeo menggarisbawahi dukungan Kuba kepada Presiden Venezuela Nicolas Maduro yang selama ini berusaha digulingkan oleh AS.
Menurut Pompeo, Havana membantu Maduro menyebabkan kesakitan di negara Amerika Selatan itu.
"Karenanya, kami dengan tegas bisa mengatakan Kuba mendukung terorisme," kata Pompeo.
"Itu berarti, seperti negara lain yang mendukung terorisme, mereka harus bertanggung jawab atas langkah yang mereka ambil," imbuhnya.
Mantan Presiden AS Barack Obama, pada 2015, mengeluarkan Kuba dari daftar negara penyokong terorisme sembari mengatakan upaya AS selama setengah abad untuk mengasingkan negara pulau itu telah gagal.
Presiden AS Donald Trump kemudian membalikkan kebijakan Obama terkait Kuba dan menjatuhkan sanksi kepada Venezuela.
Sementara itu, presiden terpilih AS Joe Biden mengatakan dirinya ingin mengembalikan sejumlah kebijakan era Obama, salah satunya mengizinkan warga AS keturunan Kuba untuk mengunjungi kerabat mereka dan mengirimkan uang ke Kuba.
Saat ini, ada tiga negara yang masuk dalam daftar negara penyokong terorisme AS yaitu Iran, Korea Utara, dan Suriah. (AFP/OL-1)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Jumat (27/3), mengatakan bahwa Kuba bisa menjadi target aksi AS di masa depan setelah Iran.
Presiden AS Donald Trump beri sinyal kuat bahwa Kuba akan jadi target berikutnya setelah Venezuela dan Iran. Simak pernyataan kontroversial Trump di Miami dan kondisi terkini Kuba.
Krisis energi hebat melanda Kuba. 10 juta orang tanpa listrik, demonstrasi pecah di Havana hingga pembakaran markas partai di tengah tekanan blokade AS.
Ketegangan AS-Kuba memuncak. Presiden Díaz-Canel tuduh AS manfaatkan krisis listrik untuk invasi, sementara Trump beri sinyal tindakan segera.
Kuba hadapi krisis energi terburuk akibat blokade minyak AS. Tiongkok gerak cepat pasok teknologi solar sebagai tandingan dominasi geopolitik Donald Trump.
Pemerintahan Donald Trump dilaporkan ingin singkirkan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel. AS tutup pintu diplomasi selama Diaz-Canel menjabat. Cek detailnya!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved