Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Jepang mendeteksi wabah flu burung di sebuah peternakan ayam yang berlokasi Prefektur Fukuoka. Adapun delapan kasus serupa juga dilaporkan di Prefektur Kagawa.
Gelombang flu burung yang dimulai awal November, terbukti menjadi yang terburuk dalam empat tahun terakhir. Bahkan, bisa dikatakan penyebaran virus cukup serius untuk pertama kali dalam dua tahun.
"Kasus kesembilan dari avian influenza yang sangat patogen telah dikonfirmasi," jelas Kepala Juru Bicara Pemerintah Jepang Katsunobu Kato dalam pertemuan rutin.
"Tim investigasi epidemiologi yang terdiri dari pejabat Kementerian Pertanian dan ahli epidemiologi berencana melakukan investigasi terkait jalur penularan," imbuh Kato.
Baca juga: Ilmuwan Jepang Beralih ke Ulat Sutera untuk Vaksin Covid-19
Berdasarkan laporan, sekitar 93.500 ayam di sebuah peternakan di Kota Munakata, wilayah Prefektur Fukuoka, akan dimusnahkan. Sementara itu, lebih dari 1,3 juta ayam di Prefektur Kagawa telah dimusnahkan pada bulan ini.
Wabah flu burung terakhir melanda Jepang pada Januari 2018. Saat itu, otoritas Jepang memusnahkan 91 ribu ayam di Prefektur Kagawa.
Wabah besar terakhir terjadi pada November 2016-Maret 2017. Diketahui, 1,67 juta ayam dimusnahkan akibat flu burung strain H5N6.(CNA/OL-11)
Peneliti simulasi wabah H5N1 pada manusia. Hasilnya, hanya ada jendela waktu sangat sempit untuk mencegah pandemi sebelum penyebaran tak terkendali.
Tes laboratorium memastikan angsa-angsa itu mati karena penyakit yang sangat patogen strain H5N1 dari H5 virus flu burung.
Pemerintah pusat mengadakan pertemuan dengan para menteri terkait di Tokyo untuk memastikan kerja sama yang erat antar instansi dalam menangani kasus flu burung yang merebak di Hokkaido.
Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengatakan virus influenza D memiliki karakteristik zoonosis seperti Flu Burung atau virus Nipah.
Selandia Baru bersiap menghadapi ancaman flu burung H5N1 dengan memvaksinasi burung langka seperti kakapo.
Kolaborasi bernama BICOLLAB ini berlangsung selama tiga tahun dan bertujuan meningkatkan kemampuan diagnostik, sistem kualitas, dan prosedur biosafety di BBVet Wates.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved