Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Israel Bangun Permukiman Ilegal Baru di Jerusalem Timur

MI
17/11/2020 01:15
Israel Bangun Permukiman Ilegal Baru di Jerusalem Timur
Permukiman di Palestina(AFP)

SEBUAH kelompok pengawas permukiman, pada Minggu, mengatakan bahwa Israel sedang bergerak maju dengan pembangunan baru ratusan rumah di permukiman strategis Yerusalem Timur.

Kelompok itu, Peace Now, mengatakan Otoritas Tanah Israel mengumumkan di situs web-nya hari Minggu bahwa mereka telah membuka tender untuk lebih dari 1.200 rumah baru di permukiman Givat Hamatos di Yerusalem Timur.

Langkah tersebut dapat menguji hubungan dengan pemerintahan Presiden terpilih Joe Biden, yang diharapkan mengambil tindakan
yang lebih tegas terhadap perluasan permukiman Israel setelah empat tahun kebijakan yang lebih lunak di bawah Presiden AS Donald Trump.

Warga Palestina bersama dengan pengkritik kebijakan permukiman Israel mengatakan pembangunan di permukiman Givat Hamatos akan menutup Kota Betlehem Palestina dan Tepi Barat bagian selatan dari Yerusalem Timur, selanjutnya memutus akses bagi warga Palestina ke bagian kota itu.

“Ini merupakan kelanjutan dari kebijakan pemerintah Israel saat ini dalam menghancurkan solusi dua negara,” kata juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rudeineh.

Juru bicara Peace Now, Brian Reeves, mengatakan langkah tersebut memungkinkan kontraktor untuk mulai mengikuti tender, sebuah proses yang akan berakhir hanya beberapa hari sebelum pelantikan Biden. 

Peace Now menuding pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sengaja “mengebut” proyek permukiman. Hal itu dilakukan  sebelum kemudi pemerintahan AS beralih dari Trump ke Biden. “Itu adalah pukulan yang mematikan bagi prospek perdamaian,” kata Peace Now.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell menyampaikan kekhawatirannya atas rencana pembangunan permukiman Israel di Givat Hamatos.

“Ini adalah lokasi utama antara Yerusalem dan Betlehem di Tepi Barat yang diduduki. Setiap pembangunan permukiman akan menyebabkan kerusakan serius pada prospek negara Palestina yang layak dan berdekatan,” ujar Borrell. (Nur/Independent/I-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya