Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DOSEN Hubungan Internasional Universitas Indonesia Dwi Ardhanariswari Sundrijo menyatakan, pemilihan umum Presiden Amerika Serikat akan memengaruhi kondisi geopolitik dan perekonomian Indonesia.
Pasalnya, dua kandidat yakni Joe Biden dan Donald Trump memiliki visi politik luar negeri yang berbeda.
Dia bilang, gagasan hubungan politik luar negeri yang dibawa oleh Biden akan berdampak baik pada hubungan multilateral negara-negara dunia.
Hal itu bertolak belakang dengan janji yang dibawa Trump selaku petahana untuk terus memproteksi secara ketat Negeri Paman Sam dan membatasi kerja sama dengan negara lain.
“Orientasi dua orang tersebut berbeda, satu probilateral, dan yang satu realis. Biden lebih membuka peluang terkait kerja sama. Artinya, ketika Biden yang menang, itu akan lebih banyak area kerja sama yang sifatnya balance antara kerja sama Indoensia dengan AS,” ujar Dwi dalam webinar LP3ES bertajuk Evaluasi Politik Luar Negeri & Perubahan Ekonomi Global, Minggu (1/11).
Ia menambahkan, kondisi geopolitik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo telah bergeser dari visi pragmatis menjadi keterbukaan diplomasi antarnegara.
Hal itu, disebut dapat membuka peluang bagi Indonesia untuk memiliki peran penting selaku negara terbesar di ASEAN.
Senada, peneliti dari Institute for Development on Economics and Finance (Indef) sekaligus Dosen Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia Zulfikar Rakhmat menuturkan, bila Biden memenangi kontestasi demokrasi di AS kemungkinan kerja sama yang sama-sama menguntungkan akan terbuka.
Hal itu, kiranya dapat dimanfaatkan Indonesia dalam mengimplementasikan diversifikasi mitra dagang nasional yang selama ini cenderung hanya dilkaukan kepada Tiongkok. Mencari rekanan baru, kata Zulfikar, perlu dilakukan Indonesia untuk menghindari ketergantungan kepada Negeri Tirai Bambu.
“Risiko dependensi pada Tiongkok tentu akan memiliki banyak risiko, pertama dari ekonomi, kalau ekonomi Tiongkok bergetar sedikit kita akan langsung terdampak. Kemudian penandatanganan penggunaan yuan di perdagangan dan investasi, ini akan berdampak, karena mata uang itu sering didevaluasi oleh pemerintah Tiongkok. Jadi ketergantungan Indonesia pada Tiongkok akan berdampak negatif,” imbuhnya.
“Ini juga akan berakibat pada hubungan Indonesia dengan AS. Dampak lainnya adalah ketika kita terlalu bergantung pada Tiongkok, kita tidak punya kedudukan yang kuat terhadap Tiongkok, meski berapa tahun ke belakang kita cukup aktif di dunia internasional, namun saya melihat ini tidak akan efektif selama Indonesia selalu bergantung pada Tiongkok soal ekonomi dan politik,” tutur Zulfikar.
Sementara itu, Associate LP3ES Gerardi Yudhistira menuturkan, bila pun nantinya AS akan lebih terbuka terhadap kerja sama multilateral, Indonesia tetap akan berkutat pada persoalan utama. Salah satunya ialah kebijakan politik luar negeri yang cenderung lemah.
“Jokowi tipe orang pragmatis dan akhirnya lebih banyak dipengaruhi oleh pembuat kebijakan luar negeri. Dugaan saya, alasan kenapa Jokowi lebih pragmatis karena itu ditandai dengan penguatan bisnis dan proyek infrastruktur. Ini menurut saya sisi pragmatis yang menjadi titik lemah, bagaimana Jokowi dipengaruhi oleh orang-orang disekelilingnya,” ujarnya.
Dalam proses pemilu AS pula, Gerardi menilai terjadi perebutan ruang publik agar perhatian terhadap. Negeri Paman Sam lebih besar ketimbang rivalnya, Tiongkok. Itu ditandai dengan kehadiran Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo.
“Perebutan ruang publik AS-Tiongkok, terlihat dari kedatangan Pompeo kemarin dan membuat statement yang kurang masuk akal menurut saya, ini terlihat mencoba menarik simpatik untuk berhati-hati pada komunisme Tiongkok. Perebutan ruang publik akan semakin kencang. Ke depan, perebutan ruang publik tentang kedua negara ini akan semakin kencang baik dari Biden maupun Trump,” pungkasnya. (OL-8)
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa beberapa wilayah di Eropa tidak lagi dapat dikenali. Benua itu disebutnya tidak menuju ke jalan yang benar.
PERDANA Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengatakan di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos bahwa Dewan Perdamaian Gaza menawarkan jalan keluar.
ANGKATAN Bersenjata Kanada membuat model untuk mempersiapkan kemungkinan invasi Amerika Serikat (AS) setelah Donald Trump mengatakan ingin mencaplok wilayahnya.
Menurutnya, sektor-sektor yang paling terdampak aksi jual bersih (net sell) yaitu yang sensitif terhadap siklus ekonomi seperti perbankan, properti, dan konsumer.
DONALD Trump mengakui bahwa militer Amerika Serikat (AS) menggunakan senjata sonik 'rahasia' selama penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
BANK sentral Iran tampaknya menggunakan sejumlah besar mata uang kripto yang didukung oleh politikus Inggris, Nigel Farage, yaitu stablecoin Tether.
WASHINGTON pada Selasa (6/1) memperingati lima tahun penyerbuan massa ke Gedung Capitol AS.
Instalasi Presidential Walk of Fame di Gedung Putih menuai sorotan. Trump pasang plakat bernada tajam, sebut Joe Biden presiden terburuk AS.
AMERIKA Serikat (AS) menyetujui rencana penjualan senjata senilai US$11 miliar kepada Taiwan. Hal ini diumumkan pemerintah Taipei, kemarin.
Departemen Luar Negeri AS kembali mewajibkan penggunaan Times New Roman ukuran 14 poin, membatalkan aturan penggunaan Calibri era Biden.
Pemerintahan Donald Trump memulai proses wawancara ulang terhadap pengungsi yang masuk ke AS di era Biden.
SEJUMLAH perusahaan besar AS, termasuk Meta Platforms, Broadcom, dan Qualcomm, menghadapi masalah baru saat mencoba memanfaatkan diskon pajak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved