Sabtu 24 Oktober 2020, 05:05 WIB

AS Kecam Penggunaan Berlebihan Militer Nigeria

Nur Aivanni | Internasional
AS Kecam Penggunaan Berlebihan Militer Nigeria

AFP/SOPHIE BOUILLON
Asap membubung tinggi dari penjara Ikoyi yang terbakar di Lagos, Nigeria, kemarin.

 

AMERIKA Serikat (AS), Kamis, mengecam apa yang disebutnya penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh militer Nigeria karena menembaki demonstran yang tidak bersenjata.

"Kami menyambut baik penyelidikan segera atas setiap penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh anggota pasukan keamanan," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan.

Dia menambahkan bahwa mereka yang terlibat harus dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan hukum Nigeria.

"Hak untuk berkumpul secara damai dan kebebasan berekspresi adalah hak asasi manusia yang esensial dan prinsip inti demokrasi," kata Pompeo.

Amnesty International mengatakan sedikitnya 38 orang, termasuk 12 orang di Ibu Kota Lagos, dibunuh tentara dan polisi Nigeria dalam tindakan keras yang brutal terhadap pengunjuk rasa pada Selasa. Hal itu kemudian menuai kecaman internasional.

Dalam sebuah pernyataan, Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus mengatakan bahwa delegasi dari Departemen Luar Negeri AS pada Kamis bertemu dengan Wakil Presiden Nigeria Yemi Osinbajo di Abuja, sebagai bagian dari pertemuan yang telah direncanakan sejak lama.

Saat berada di sana, katanya, delegasi tersebut menegaskan kembali kecaman AS atas penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh pasukan militer.

Peringatkan pengunjuk rasa

Presiden Nigeria Muhammadu Buhari, Kamis, memperingatkan pengunjuk rasa untuk tidak merusak keamanan nasional.

Siaran itu ialah pernyataan publik pertama Buhari kepada negara itu sejak pasukan keamanan dituduh menembak mati pengunjuk rasa damai di Lagos, Selasa.

Namun, dia gagal untuk menyebutkan secara langsung insiden yang telah menimbulkan kekacauan di kota terbesar di Afrika itu dan memicu kemarahan internasional.

Sebaliknya, dia menyalahkan mereka yang telah membajak dan menggiring ke arah yang salah selama berminggu-minggu melakukan protes terhadap kebrutalan polisi karena pertumpahan darah dan memperingatkan agar tidak merusak keamanan nasional.

"Dalam situasi apa pun ini tidak akan ditoleransi," katanya. Ia pun meminta kaum muda untuk menghentikan aksi protes jalanan dan secara konstruktif melibatkan pemerintah dalam mencari solusi.

"Suaramu sudah terdengar lantang dan jelas dan kami merespons," ujarnya.

Presiden mengabaikan kecaman dari AS, Uni Afrika, Uni Eropa, dan Inggris atas penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh pihak berwenang.

"Kami berterima kasih dan meminta Anda semua untuk mencari tahu semua fakta yang tersedia sebelum mengambil posisi atau terburu-buru menghakimi dan membuat pernyataan tergesa-gesa," katanya. (AFP/I-1)

Baca Juga

AFP

Kasus Covid-19 di Meksiko Memburuk

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Rabu 02 Desember 2020, 01:25 WIB
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) menyebut tren peningkatan kasus positif dan kematian akibat covid-19 di Meksiko dalam kondisi yang sangat...
Ist

Crown Group Bangun Proyek Airport Rail Link di Victoria

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 01 Desember 2020, 23:45 WIB
Mayoritas warga Victoria bisa mengakses bandara dengan menggunakan kereta secepat...
Medcom.id

Ahli: 99,5 Persen Virus Korona yang Menyebar Bukan dari Wuhan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 01 Desember 2020, 23:35 WIB
Virus yang sedang menjangkit di seluruh dunia disebut virus jenis G, yang mengubah gennya dan kini sangat mungkin lebih menular dari jenis...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya