Rabu 21 Oktober 2020, 15:39 WIB

Lima Warga Korea Selatan Meninggal setelah Disuntik Vaksin Flu

Faustinus Nua | Internasional
Lima Warga Korea Selatan Meninggal setelah Disuntik Vaksin Flu

AFP/Eva Hambach
.

 

OTORITAS Korea Selatan mengungkapkan bahwa sebanyak lima orang meninggal dunia setelah mendapat suntikan flu dalam seminggu terakhir. Hal itu meningkatkan kekhawatiran atas keamanan vaksin tepat ketika program inokulasi musiman diperluas untuk mencegah potensi komplikasi covid-19.

Pihak berwenang mengatakan tidak ada alasan untuk percaya bahwa kematian itu terkait dengan vaksin, tetapi penyelidikan, termasuk pemeriksaan mayat, sedang dilakukan. "Itu membuat kami sulit untuk mengeluarkan pernyataan kategoris," kata Wakil Menteri Kesehatan Kim Gang-lip pada Rabu (21/10).

Korban meninggal termasuk seorang lelaki berusia 17 tahun dan seorang pria berusia 70-an. Hal itu terjadi hanya beberapa minggu setelah peluncuran program vaksin nasional yang telah ditangguhkan karena kekhawatiran terhadap keamanan. Kejadian kematian telah mendominasi berita utama di Korea Selatan.

Para pejabat bulan lalu mengumumkan rencana untuk mendapatkan 20% lebih banyak vaksin flu untuk musim dingin daripada tahun sebelumnya. Vaksin tersebut untuk menyuntik 30 juta orang dalam upaya untuk mencegah beban sistem kesehatan yang berelebihan oleh pasien yang terkena flu dan covid-19.

Namun, dimulainya program gratis untuk sekitar 19 juta orang yang memenuhi syarat itu ditangguhkan selama tiga minggu. Ini setelah ditemukan bahwa sekitar 5 juta dosis yang perlu didinginkan telah terpapar pada suhu kamar saat diangkut ke fasilitas medis.

Meningkatkan kepercayaan publik terhadap vaksin telah menjadi tantangan global utama tahun ini. Pasalnya, beberapa negara terburu-buru menyetujui vaksin covid-19 eksperimental sebelum studi keamanan dan kemanjuran lengkap telah diselesaikan.

Vaksin flu Korea Selatan dipasok oleh pembuat obat yang berbeda, termasuk LG Chem dan Boryung Biopharma dari Boryung Pharm. Seorang pejabat Boryung mengatakan bahwa perusahaan mengetahui kematian yang dilaporkan, tetapi tidak segera berkomentar. LG Chem mengatakan perusahaan akan mengikuti saran pemerintah.

Seorang anak laki-laki berusia 17 tahun yang meninggal pada Jumat lalu merupakan kematian pertama yang dicatat oleh petugas setelah menerima vaksin. Pemuda itu meninggal dua hari setelah menerima suntikan flu di Incheon, dekat ibu kota Seoul.

Seorang pria berusia 70-an, yang menderita penyakit Parkinson dan aritmia menjadi kasus terbaru. Dia meninggal di Daegu, Rabu, sehari setelah menerima vaksin flu.

Pejabat Daegu mengatakan pria itu telah menerima vaksin sejak 2015 tanpa reaksi merugikan sebelumnya. Para pejabat menambahkan 8,3 juta orang telah diinokulasi dengan vaksin flu gratis sejak dilanjutkan pada 13 Oktober, dengan sekitar 350 kasus reaksi merugikan dilaporkan.

Jumlah kematian tertinggi terkait dengan vaksinasi flu musiman sebanyak enam pada 2005, menurut kantor berita Yonhap. Bahkan sebelum pandemi virus korona, kepercayaan pada vaksin merupakan tantangan yang semakin besar bagi badan kesehatan masyarakat.

Organisasi Kesehatan Dunia menyebut keragu-raguan terhadap vaksin sebagai salah satu dari 10 ancaman kesehatan global teratas tahun lalu. Di Korea Selatan, jajak pendapat awal bulan ini menemukan bahwa 62% dari 2.548 responden di provinsi Gyeonggi, dekat Seoul, tidak akan mendapatkan vaksinasi Covid-19, bahkan jika vaksin disetujui, sampai semua pertanyaan keamanan dijawab sepenuhnya. (CNA/OL-14)

Baca Juga

AFP

Biden Akan Segera Umumkan Tim Ekonominya

👤Nur Aivanni 🕔Senin 30 November 2020, 14:47 WIB
Presiden AS terpilih Joe Biden diperkirakan akan menunjuk Neera Tanden, yang merupakan penasihat mantan Presiden Barack Obama, sebagai...
AFP/Adam TAYLOR / PRIME MINISTER OFFICE AUSTRALIA

Australia Tuntut Tiongkok Minta Maaf Atas Unggahan Foto Palsu

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 30 November 2020, 12:34 WIB
Morrison mengatakan Australia meminta penghapusan gambar yang disebutnya 'Amat sangat memuakkan'...
AFP/ANWAR AMRO

Libanon akan Longgarkan Pembatasan Mulai Hari Ini

👤Basuki Eka Purnama 🕔Senin 30 November 2020, 10:48 WIB
Hassan memperingatkan mengenai bahaya meningkatnya kasus covid-19 dan berharap warga tetap mematuhi protokol...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya